+62 812-1121-1701 hello@littlefriends.co.id
Cek tinggi badan anak secara teratur

LilMin 30 Mei 2022

Pantau Pertumbuhan Anak dari Tinggi Badan

Semua orangtua pasti ingin perkembangan dan pertumbuhan anak ideal sesuai dengan usianya. Hal tersebut juga merupakan faktor untuk mengetahui apakah orangtua sudah memberikan gizi yang cukup kepada anak. Salah satu cara untuk mengetahui pertumbuhan anak adalah dengan terus memantau tinggi dan berat badan anak secara teratur.

Tinggi badan anak yang cukup merupakan indikasi bahwa anak tidak mengalami stunting. Stunting adalah kondisi saat tubuh anak pendek karena gagal tumbuh atau kekurangan zat gizi kronis dalam jangka waktu yang lama. Stunting akan menyebabkan anak menjadi rentan penyakit, kecerdasan di bawah normal, serta produktivitas menjadi rendah.

Berikut tinggi badan anak ideal menurut peraturan Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2020. Untuk anak usia 1-2 tahun, tinggi anak perempuan sebaiknya 74-86 cm, anak laki-laki 75.7-87.8 cm. Pada anak usia 2-3 tahun, tinggi anak perempuan yang baik adalah 85.7-95.1 cm dan anak laki-laki 87.8-96.1 cm. Untuk anak usia 3-4 tahun, anak perempuan 95.1-102.7 cm sedangkan anak laki-laki 96.1-103.3 cm. Dan untuk anak usia 4-5 tahun, anak perempuan 102.7-109.4 cm, anak laki-laki 103.3-110 cm. Selain gizi yang cukup dan seimbang, ada beberapa faktor lain yang juga bisa mempengaruhi tinggi badan anak, yaitu:

Genetik

Menurut dr. Caessar Pronocitro, dokter spesialis anak dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya, tinggi badan anak dipengaruhi 60-80% dari genetik orangtuanya. Jadi tinggi badan anak nantinya akan tidak jauh beda dari tinggi badan orangtua. Untuk Moms yang ingin mencari tahu perkiraan tinggi badan anak setelah dewasa, bisa lihat ke website IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) juga lho. Di sini sudah tersedia kalkulator tinggi potensi genetik.

Hormon dan Masalah Kesehatan Lain

Ketidakseimbangan hormon juga bisa mempengaruhi tinggi badan anak. Seperti kadar tiroid atau hormon pertumbuhan yang rendah bisa membuat kenaikan tinggi badan anak lebih lambat. Kadar yang terlalu tinggi, juuga menyebabkan anak menjadi terlalu tinggi disbanding anak seusianya. Masalah kesehatan atau penyakit tertentu juga bisa menyebabkan pertumbuhan anak terhambat Moms.

Aktivitas Anak

Anak juga harus menerima stimulasi untuk merangsang masa pertumbuhan. Aktivitas seperti lompat tali, berenang, basket, badminton, dan berbagai olahraga lainnya bisa mempercepat pertumbuhan tinggi badan anak.

Nah Moms, pantau terus tinggi badan anak ya. Siapkan alat pengukur tinggi dan berat badan anak di rumah untuk mempermudah memantau pertumbuhannya. Catat perkembangannya dari waktu ke waktu juga. Jika ditemukan tinggi atau berat badan tidak sesuai usia, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis anak.- LDK

Read More


LilMin 26 April 2022

Mencegah Si Kecil Mabuk Perjalanan Saat Mudik!

Hari Lebaran sudah di depan mata, tentu momen ini sudah sangat dinanti, ya! Di Indonesia, hari Lebaran biasanya diisi dengan kegiatan mudik yaitu kegiatan kembali ke kampung halaman untuk berkunjung kepada anggota keluarga yang biasanya terpisah. Memang untuk dua tahun kebelakang, tradisi ini terpaksa harus ditahan karena pandemi COVID-19 yang berlangsung. Namun, di tahun 2022 ini, pemerintah akhirnya memperbolehkan kita untuk kembali melaksanakan tradisi ini. Nah selama itu juga mungkin terdapat orangtua baru yang akan mengajak Si Kecil untuk mudik. Terdapat beberapa persiapan yang perlu diperhatikan, salah satunya kemungkinan Si Kecil untuk mabuk perjalanan, karena hal ini bisa terjadi saat ia menaiki moda transportasi apapun. Nah untuk mencegahnya, kita sudah siapkan pembahasan seputar cara menjaga Si Kecil Tidak Mabuk Perjalanan saat Mudik di bawah!

 

Penyebab Si Kecil Mabuk Perjalanan

Ketika menggunakan alat transportasi, terjadi ketidak sesuaian antara gerakan tubuh yang sesungguhnya dan gerakan yang dipikirkan oleh otak. Hal ini akan menjadi hal yang biasa saja bagi orang dewasa, namun tidak untuk Si Kecil meski seharusnya ia akan semakin terbiasa. Selain itu terdapat beberapa faktor lain yang memicu mabuk perjalanan, antara lain;

 

1. Makan makanan yang tidak sehat

2. Udara yang sesak

3. Terlalu lama berfokus menatap satu objek

4. Bermain ponsel

5. Bau-bauan yang terlalu kuat

6. Melakukan gerakan mendadak terlalu sering

 

Tanda dan gejala mabuk perjalanan

Tanda awal Si Kecil mengalami mabuk perjalanan adalah dengan adanya rasa tidak nyaman di daerah perutnya, lalu akan merembet ke hal lain seperti rasa panas tubuh, wajah pucat dan pada akhirnya muntah. Untuk lebih jelasnya berikut gejala umum dari mabuk perjalanan:

 

1. Si Kecil menjadi pasif dengan wajah pucat

2. Keringat dingin

3 Sakit kepala dan pusing

4. Mual yang disusul muntah

 

 

Mengatasi Si Kecil saat Mabuk Perjalanan

Saat Si Kecil sudah muntah, segeralah sediakan minuman untuk mencegahnya dari dehidrasi. Jika Si Kecil sudah berusia lebih dari dua tahun, makan pemberian obat anti mabuk juga dapat menjadi solusi. Ketenangan Moms dan Dads adalah kunci untuk membantunya menguragi sensasi tidak enak dari mabuk perjalanan tersebut.

 

Langkah Mencegah Mabuk Perjalanan

 

Nah jika sudah mengetahui adanya potensi ini, baiknya orangtua dapat mencegah Si Kecil dari rasa mabuk dengan melakukan atau mempersiapkan hal-hal seperti berikut;

 

  • Memiliki waktu tidur yang cukup sebelum berangkat

Bisa dipastikan jika Si Kecil Lelah akibat kurang tidur, maka ia akan lebih rentan mengalami mabuk perjalanan. Sehingga upayakanlah agar ia memperoleh waktu istirahat yang cukup.

 

  • Tetap terhidrasi

Bahkan sehari sebelum keberangkatannya, pastikan ia selalu terhidrasi dengan baik. Konsumsi cairan akan membantunya agar tetap fit dan berenergi. Hal ini akan mencegahnya dari rasa lemas yang mendorongnya untuk menjadi mabuk.

 

  • Melihat ke depan

Saat berada di perjalanan, khususnya dengan mobil, usahakan agar ia selalu melihat ke arah depan. Hal ini menjadi penting agar ia selalu menerima visual yang sesuai dengan yang dia lihat dan masuk ke otaknya. Hal ini akan meminimalisir kemungkinannya terkena mabuk perjalanan.

 

  • Berikan dia sirkulasi angin

Saat berada di perjalanan, udara yang terkurung di ruangan seperti mobil akan mempengaruhi daya tahannya. Sesekali bukalah akses udara di mobil atau jika menggunakan kapal bisa dengan membawanya ke luar sebentar.

 

  • Hindari dari bau-bauan

Bau yang menyengat apalagi jika berada di ruangan yang menahan udara akan sangat mempengaruhi ketahanan Si Kecil. Bagi orangtua yang akan menggunakan mobil sangat penting untuk mengganti pengharum kabin dengan aroma yang tidak pekat atau menggunakan aromaterapi yang lebih ramah.

 

Selain mencegah dengan hal-hal di atas, ada juga yang perlu persiapan seperti makanan dan minuman. Biskuit, lemon, jahe dan peppermint adalah panganan yang dapat membantu meredakan dan mencegah Si Kecil untuk kembali mabuk saat melakukan perjalanan yang panjang apalagi untuk mudik kali ini.

 

Nah, semoga tips dan cara tadi dapat menghindarkan Si Kecil dari mabuk yang dapat mengurangi suasana ceria mudik kali ini ya, Moms! -KJ

Read More
bayi tengkurap tummy time

LilMin 29 Maret 2022

Tummy Time Untuk Maksimalkan Pertumbuhan Si Kecil

Tummy time adalah sebuah sesi yang bertujuan untuk melatih beberapa fungsi gerak bayi dengan cara memposisikan tubuh secara tengkurap. Pada dasarnya tidak ada ketentuan pasti terkait dengan usia ideal bayi untuk memulai latihan ini. Namun, parameter utama yang dapat menjadi patokan adalah ketika ia sudah dapat mengangkat kepalanya. Saat memulai tummy time, ia akan secara reflek mengangkat kepalanya yang akan melatih perkembangan otot-otot tubuh seperti leher, dada dan tangannya. Latihan ini juga akan membantu kemampuannya untuk menyeimbangkan tubuh untuk melakukan model gerak lain seperti berguling, dan saat ia nanti belajar untuk berjalan. Dari sinilah manfaat tummy time akan mulai terasa, tapi tak hanya itu, berikut juga terdapat manfaat lainnya dari latihan tubuh ini loh, Moms!

Manfaat Tummy Time Untuk Si Kecil

Bayi akan berusaha mengangkat kepalanya ke atas. Latihan ini bermanfaat untuk mengembangkan otot-otot tubuhnya, khususnya otot leher, dada, bahu, dan lengan. Latihan ini juga dapat melatih keseimbangan tubuh bayi agar bisa segera berguling, merangkak, duduk, dan berjalan. Selain itu, masih ada banyak manfaat lain yang diperoleh bayi dengan rutin melakukan tummy time. Manfaat tersebut adalah:

  1. Melatih bayi untuk mengontrol area kepalanya dengan lebih baik.
  2. Meningkatkan kemampuan otot leher dan pungguh yang akan sangat bermanfaat bagi perkembangannya.
  3. Pastinya meningkatkan keintiman hubungan antara papa mama dan Si Kecil
  4. Mengurangi risiko terjadinya postur kepala bayi yang agak datar di belakangnya atau lazim disebut plagiocephaly.

Metode dalam Tummy Time

Tummy time sebenarnya mudah untuk dilakukan. Moms dapat melatih Si Kecil setelah ia terbangun, atau mandi. Perlu diperhatikan bahwa sebaiknya jangan melakukan latihan ini saat perutnya masih terisi seperti saat baru menyusui, karena akan membuatnya muntah. Agar prosesnya menjadi lebih mudah, yuk lihat cara melakukan Tummy time berikut!

  • Melakukan tummy time di bidang datar seperti lantai bermatras, kasur atau mungkin pangkuan Moms.
  • Taruhlah Si Kecil secara perlahan dan tentunya dengan posisi tengkurap.
  • Bangunlah interaksi dengan Si Kecil seperti berbicara, membuat mimik lucu atau mengelilinginya dengan mainan kesukaannya.
  • Sekadar catatan, untuk masa-masa awal, tak perlu lama-lama untuk melakukan latihan ini, cukup berdurasi 3 menit sebanyak 2-3 kali sehari. Durasi ini dapat diperpanjang seiring dengan pertambahan usia Si Kecil.
  • Si Kecil bisa saja menjadi gelisah, namun tidak masalah. Moms dapat mengurangi waktunya sebari membiasakannya untuk menyukai kegiatan ini. Moms dapat melakukan beberapa hal seperti mengangkat dadanya, mengangga badannya atau mengayun-ayunkan kakinya.

Seiring berjalannya waktu, nantinya, beberapa bagian tubuh sperti bahu dan punggung Si Kecil akan menjadi lebih kuat dan mungkin melakukan beberapa gerakan baru. Pastikan Moms selalu ada untuk mengawasinya saat berlatih. Apabila Si Kecil mengantuk karena kelelahan, biarkanlah ia tidur dan segera membaringkannya (tidak tengkurap) untuk menghindari potensi tertentu. Dengan melakukan kegiatan ini secara konsisten, tak hanya merasakan dampak jangka pendek namun juga baik bagi proses pembelajarannya kedepan loh, Moms. Jadi, lakukanlah sebaik mungkin ya! -KJ

 

Read More


LilMin 9 Maret 2022

6 Bulan, Usia Vital Bagi Pertumbuhan Bayi

Sejak bayi terlahir, perlahan-lahan ia akan menunjukan gejala pertumbuhan yang akan selalu menjadi pusat perhatian orang tua. Seiring berjalannya waktu, ia akan melewati fase pertumbuhan tertentu yang berkaitan dengan usianya. Usia 6 Bulan, adalah usia vital bagi pertumbuhan bayi yang merupakan usia saat ia akan mulai memberikan gejala tumbuh kembang yang penting. Untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil pada masa ini, orang tua perlu memperhatikan asupan nutrisi yang ia perlukan dari makanan yang ia konsumsi sepertu protein, karbohidrat, kalsium, zinc dan ragam vitamin lainnya yang dapat ia peroleh dari makanan semacam sayuran, buah, daging yang sudah halus, susu dan beragam jenis makanan lainnya.

Mengapa banyak sekali ragam nutrisi yang ia perlukan? tentu karena saat ia menginjak usia ini, tak hanya pertumbuhan fisiknya saja yang berkembang namun beragam hal lainnya seperti kemampuan kognitif, motorik, bersosialisasi dan berinteraksi.

1. Kemampuan Berjalan

Si Kecil dalam fase ini umumnya sudah memiliki kaki yang cukup kuat untuk menopang sebagian berat tubuhnya. Karena itu, masa ini lah yang harus sangat orang tua manfaatkan untuk mengajaknya berlatih berjalan dan duduk. Jika ia ingin belajar, Bunda/Ayah dapat membantunya dengan memegang kedua ketiaknya selagi membantu mengangkatnya agar ia belajar merasakan bobot yang ia akan tahan secara perlahan.

2. Kemampuan Bicara dan Mengucap

Pada masa ini Si Kecil akan mengenali beberapa kata sederhana yang sejak dulu dikenalkan orang tuanya seperti “Tidak” atau “Dadah”. Umumnya bayi 6 bulan sudah bisa mengenali nama dan mengerti kata-kata sederhana, seperti “Tidak”, “Jangan”, atau “Dadah”. Kemampuan motorik dan pemahaman terhadap bahasa akan terbangun lebih cepat dibandingkan kemampuannya berbicara, namun ia sudah mulai dapat menggunakan gerakan tubuh untuk menyampaikan apa yang hendak ia komunikasikan seperti dengan menggeleng, dan melambai tanpa diminta. Hal ini juga berkaitan dengan respons sosialnya, jika sebelumnya ia masih “takut-takutan” dalam merespons orang lain (apalagi wajah baru), saat ini ia akan menjadi lebih berani untuk terbuka dan menjadi akrab dengan orang lain.

3. Kemampuan Kognitif
Jika perkembangan motorik berfokus pada perkembangan secara fisik, maka kognitif akan membantu Si Kecil dalam hal respons. Ia akan mulai memikirkan sesuatu yang ia anggap menariknya dan akan mengeluarkan respons tertentu yang membuatnya tertarik seperti mengikuti mainan rattle yang sengaja dibawa oleh orang tuanya untuk mengajaknya bermain atau juga mengikuti sumber suara yang membuatnya merasa penasara.

4. Perkembangan Sistem Pencernaan

Pada masa ini kemampuan Si Kecil dalam mencerna akan sangat berkembang, hal ini juga berpengaruh terhadap penyerapan nutrisi yang akan sangat baik. Ibu sudah mulai dapat memberikan MPASI yang kaya akan nutrisi untuk perkembangannya. Selain itu pada masa ini akan muncul bakteri baik dalam usus besarnya yang dapat berguna untuk meningkatka sistem imunitas. Memang membutuhkan waktu beberapa bulan kedepan untuk mereproduksi bakteri baik ini, namun umumnnya bakteri itu akan muncul pada fase ini. Lapisan usus Si kecil juga telah cukup berkembang sehingga akan melindunginya dari potensi alergi yang mungkin saja muncul.

Keempat hal di atas merupakan hal-hal yang akan paling menonjol pertumbuhannya. Usia 6 Bulan, adalah usia vital bagi pertumbuhan bayi maka dari itu orang tua pun harus selalu siaga dengan terus mengamati segala hal yang berbeda. Ayah/Bunda dapat mulai untuk berkonsultasi dengan dokter jika melihat beberapa tanda berikut:
Konsultasikan pada dokter bila bayi usia 6 bulan:

– Nampak tidak tertarik pada hal-hal di sekelilingnya bahkan hingga mainan yang ia sukai
– Masih sulit (atau mungkin kesakitan) saat duduk meski dibantu
– Kaku, tidak mau menanggapi ajakan tertentu
– Punya masalah makan dan pencernaan seperti melepeh, tidak mengunyah atau buang air besar yang terlalu lama
– Kehilangan keterampilan yang pernah ia miliki atau menunjukkan kelemahan pada titik tertentu

Read More


LilMin 24 Februari 2022

5 Mainan Untuk Perkembangan Sensorimotor Si Bayi

Memilih jenis mainan untuk tumbuh kembang si Bayi memang harus teliti, moms.  Saat ini bahkan mainan bayi sudah semakin beragam sehingga bisa membingungkan Moms saat memilih mainan terbaik untuk si Bayi. Perlu diketahui salah satu hal penting yang perlu Moms perhatikan adalah perkembangan sensorimotor (Sensorik dan Motorik) si Bayi, lho! Pada usia 0-6 bulan ia akan mempelajari hal-hal baru sehingga hal ini dapat mom’s manfaatkan untuk merangsang perkembangan sensorik dan motorik si Bayi, salah satunya dengan mainan. Berikut adalah 5 Mainan Untuk Perkembangan Sensorimotor Si Bayi!

 

1. Playmat

Mainan ini sangat direkomendasikan untuk bayi dengan rentang usia 1-6 bulan. Memilih Playmat berwarna – warni adalah pilihan yang baik karena dapat memancing sensor motorik si Kecil. Playmat yang dapat mengeluarkan bunyi juga sangatlah baik untuk perkembangan kognitif si bayi. Bagian matrasnya pun akan membantu meningkatkan kemampuan otot perut si Kecil. Mainan bayi ini sangat direkomendasikan para pakar tumbuh kembang anak untuk bayi antara usia 1-6 bulan. Alas yang berwarna-warni memancingperkembangan sensor motorik si Kecil.

 

Playmat yang dilengkapi dengan musik ternyata juga baik untuk kemampuan kognitif bayi, terutama di usia empat bulan saat ia sudah paham dengan suara-suara yang biasa didengar. Bermain di matras juga membantu meningkatkan kemampuan otot perut si Kecil karena dengan mainan yang menggantung, ia akan terpacu untuk meraih mainan itu sehingga melatih kekuatan otot, leher dan lengannya.

2. Rattle

Rattle adalah mainan yang sangat direkomendasikan oleh para pakar tumbuh kembang karena sangat penting untuk stimulasi pendengaran dan penglihatan bayi. Mainan ini dapat mengajarkan si bayi tentang sebab-akibat, karena saat rattle tersebut diremas maka akan mengeluarkan bunyi. Jangan lupa memilih mainan rattle yang dibuat dengan bahan yang mudah dicuci ya, Moms!

 

3. Mainan Teether

Semua mama pasti tahu bahwa bayi sangat suka memasukan sesuatu (salah satunya mainan) kedalam mulut. Pada dasarnya bayi sangat senang mengeksplorasi benda – benda disekitarnya, sehingga karena itulah mainan Teether ini ada karena mainan ini dapat mengembangkan daya eksplorasi bayi dengan tanga, kaki, dan mulutnya. Tak lupa, teether juga dapat mengatasi rasa gatal pada saat gigi bayi baru muncul.

 

4. Buku-buku bergambar yang berbahan lembut

Buku, selalu bermanfaat bagi siapapun di usia berapapun termasuk untuk si Bayi. Dengan membaca buku bergambar, selain wawasan dan kemampuan kognitifnya meningkat, dapat mendekatkan ibu dan anak saat Moms mengajarkannya tentang gambar di buku tersebut. Untuk bayi yang masih sangat kecil, Moms dapat menggunakan buku berbahan lembut namun tetap kuat jika si Kecil memainkan buku tersebut.

 

5. Mainan di car seat atau stroller

Stroller kini semakin menjamur di kalangan orangtua milenial. Perlengkapan ini seakan harus ada di mobil saat berkendara membawa si bayi. Selain menjadi sandaran, Moms dapat menyediakan mainan kecil di dalamnya. Hal ini penting agar bayi tetap dapat bermain di mana saja di lingkungan baru.

 

Memilih mainan memanglah mudah, namun alangkah lebih efektif jika Moms dapat memilihkan mainan yang tepat dan bermanfaat bagi tumbuh kembang si kecil seperti 5 mainan untuk perkembangan sensorimotor si bayi tersebut.

Read More
anak menggambar dengan crayon warna warni

LilMin 11 Januari 2022

Warna Cerah Untuk Pertumbuhan Si Kecil

Warna cerah untuk pertumbuhan si kecil akan menjadi penting karena saat dia masih baru lahir tentu seluruh inderanya masih belum dapat berfungsi sempurna khususnya penglihatan. Lambat laun matanya akan matang dan mulai dapat melihat jelas di usia sekitar lima tahun. Beberapa ahli mata mengatakan bahwa sebelum memasuki usia itu, orang tua sangat perlu untuk menjaga dan melatih perkembangan mata si kecil untuk menghindarkannya dari kejanggalan mata secara fisik maupun perasaan agar dapat segera ditangani sebelum menjadi sulit diatasi.

Menurut  dr Ari Djatikusumo, SpM(K), dari Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), orang tua bisa memberikan bayi mainan berwarna cerah yang bertujuan agar mainan tersebut mudah dilihat dan menarik perhatiannya karena dengan begitu, otot matanya akan lebih berstimulasi aktif.
“Bayi kan bisa kaya ngeliatin muka orang, ngikutin, itu bisa distimulasi dengan objek-objek yang berwarna cerah. Pasti warna-warni kan mainan anak, nah itu salah satu cara menstimulasi kerja otot mata agar sinkron dengan otak,”

Selain fakta bahwa warna yang mencolok adalah hal yang penting untuk diperhatikan, ternyata warna cerah untuk pertumbuhan si kecil juga dapat terlihat berdasarkan kesukaannya karena setiap warna memiliki tipenya sendiri, berikut adalah warna dan sifatnya

Berikut adalah klasifikasi warna dan sifatnya yang dapat disesuaikan dengan ketertarikan si kecil:

1. Merah muda (Pink): Warna pink bagi anak – anak biasanya bermakna khayalan, sesuatu yang mengasyikan. dan bukan tidak mungkin si kecil akan menjadi seseorang yang demikian suatu saat!

2. Merah: Jika si kecil sangat menyukai warna ini kemungkinan ia memiliki ambisi tinggi untuk mencapai yang ia mau dan ia juga berpotensi menjadi seseorang yang berkepribadian ekstrovert.

3. Kuning: Si Kecil yang menyukai warna ini sangat cenderung akan menjadi pribadi bertipe pemikir. Menyusun perencanaan dan strategi adalah hal yang menyenangkan bagi mereka.

4. Hijau: Si kecil yang menyukai warna hijau biasanya memiliki sifat yang sangat penyayang. Pecinta warna ini biasanya cenderung mencari orang yang dapat menyamankannya.

5. Ungu: Courtesy Psychology Today menyebutkan bahwa anak balita yang menyukai warna ungu cenderung memiliki pola pikir di luar kebiasaan. Hal ini terjadi untuk menunjang kreativitas mereka yang tinggi.

6. Biru: Menurut laman Bustle, biasanya warna ini menjadi kesukaan bagi mereka yang sifatnya tenang. Bila balita moms sangat menyukai ini mungkin saja ia menjadi pribadi yang santai.

7. Oranye: Apabila si kecil menyukai warna oranye, bukan tidak mungkin ia memiliki karakter yang ramah dan suka bersosialisasi.

8. Hitam: Warna ini tidak hanya menjadi kesukaan oleh orang dewasa, tak sedikit anak balita menyukai warna hitam. Warna hitam sering menunjukkan kepribadian yang moody.

Dengan memahami potensi warna, papa mama dapat lebih mudah menentukan warna yang dapat menyesuaikan dengan kesukaan si kecil sehingga selain kemampuan penglihatannya meningkat, pertumbuhan kepribadiannya pun dapat berjalan dengan sangat baik!

Read More
bayi makan jagung

LilMin 7 Desember 2021

Jagung Dan Kesehatan Si Kecil

Menghindari kebosanan Si Kecil dengan menu MPASI yang itu-itu saja, mungkin Moms dapat memberikan opsi baru yaitu jagung. Selain enak, dan mudah mendapatkannya, jagung juga kaya dengan nutrisi. Beberapa orang tua mungkin mempertanyakana apakan jagung cocok dengan bayi, jika Moms juga mempertanyakanannya maka jawabannya: boleh. Namun memang terdapat beberapa hal untuk diperhatikan dalam penyajiannya. Jagung Dan Kesehatan Si Kecil memang sangat terkait sehingga pemberian jagung baiknya dalam bentuk yang sudah dihaluskan sehingga Si Kecil mudah untuk memakan dan mencernanya, namun pemberian jagung dengan bijinya sesekali boleh dilakukan dengan komposisi yang tidak banyak untuk merangsang masa teething nya. Selain itu, jagung tidak cocok untuk menjadi makanan utama sehingga pemberian menu konvensional seperti puree buah dan sayuran tetap perlu. Moms juga perlu memperhatikan apakah Si Kecil menunjukkan reaksi alergi atau eksim, jika tidak maka aman bagi si kecil mengonsumsinya.

Apablia Moms memberikan porsi jagung yang cukup dengan frekuensi yang tepat maka Si Kecil kana merasakan ragam manfaat seperti:

1. Membantu menambah berat badan

Jika Si Kecil memiliki berat badan yang terlalu rendah, maka pemberian MPASI berupa jagung adalah salah satu opsi yang baik. Jagung memiliki 350 kalori setiap 100 gam sehingga cukup baik bagi bayi yang kekurangan berat badan dengan kalori yang cukup besar namun tidak berlebihan. Bahkan, bagi bayi dengan berat badan normal, makan jagung akan membantunya untuk mempertahankan berat ideal tersebut saat Moms sudah berhenti memberikan ASI baginya.

2. Baik bagi pertumbuhan otak
Jagung terkenal dengan kandungan B kompleks yang sangat baik bagi perkembangan otak dan saraf. Kandungan ini juga akan meningkatkan metabolisme selain peran dari beberapa zat lain seperti protein dan folat bagi perkembangan sel-sel baru pada bayi.


3. Baik bagi pencernaan

Serat laxative merupakan hal yang paling menonjol dari jagung karena kandungannya yang tinggi. Hal ini akan sangat bermanfaat apalagi jika Si Kecil memiliki kesulitan pencernaan seperti konstipasi. Kembali lagi tetap dengan porsi yang cukup dan tidak menjadikannya sebagai makanan utama seperti buah dan sayur yang sangat baik untuk metabolisme Si Kecil.

4. Meningkatkan fungsi mata dan kulit
Jagung kuning sangat kaya vitamin A yang berperan sebagai antioksidan bagi kulit bayi yang masih rapuh. Selain itu, kandungan beta-karoten yang akan meningkatkan perkembangan daya lihat Si Kecil mengingat saat inilah perkembangan organ tubuh sedang tingi.,

Sedikit menyinggung, selain untuk kesehatan Si Kecil, jagung juga akan memberikan manfaat bagi Moms, lho! Berikut manfaat yang akan Moms dapatkan:
1. Membantu menghilangkan sembelit
2. Meningkatkan berat badan pasca melahirkan
3. Menghindarkan dari penyakit alzheimer
4. Menjaga kekebalan tubuh tetap prima
5. Meningkatkan daya ingat

Jagung Dan Kesehatan Si Kecil memang sangatlah dekat, memberikan jagung sebagai makanan kedua dengan porsi cukup akan sangat membantu meningkatkan kesehatan si kecil, Moms!

Read More
waktu bersama ayah dan anak

LilMin 24 September 2021

Pentingnya Waktu Luang Ayah Bagi Si Kecil

Pentingnya waktu luang ayah bersama si kecil adalah suatu hal yang mutlak. Ibu biasanya memiliki waktu yang lebih banyak untuk berkomunikasi dengan anaknya namun menurut seorang Psikolog anak dan keluarga dari LPT Universitas Indonesia Mira Damayanti Amir mengatakan bahwa penting bagi orang tua, terutama ayah untuk juga meluangkan waktu bermain dan berinteraksi dengan anak karena rutinitas bekerja yang menyita banyak waktu.

 

Menurutnya hal ini penting untuk memperpendek jarak di antara keduanya. “Terutama jika terjadi penolakan yang berulang dari sang ayah tentu mengakibatkan kekecewaan bagi anak. Ketika kekecewaan ini sudah muncul maka anak cenderung tidak akan percaya bahkan tidak menghargai sosok ayah,” kata Mira.

 

Ia menambahkan bahwa ayah bisa tetap mencoba berinteraksi dengan cara berdiskusi dengan anak. Ketika anak meminta waktu untuk memainkan mainan bersama dan berbicara misalnya, maka seorang ayah seharusnya mencoba untuk memenuhinya. Jika belum bisa, cobalah menjanjikannya waktu beberapa saat setelah kesibukan ayah. Hal ini juga sebenarnya bermanfaat untuk melatik komunikasi dua arah rasa saling memahami.

Eye contact sangat penting saat ayah berkomunikasi dengannya sebagai bentuk menghargai dan memperhatikan secara mendalam. Selain kontak mata, sentuhan juga memiliki dampak yang besar baginya karena ia akan merasa sangat nyaman dan terlindungi. Misalnya, ketika sudah selesai bekerja tetapi anak sudah terlelap, anda dapat mengekspresikannya dengan memeluknya saat dia tertidur.

Mengusahakan hal tersebut secara konsisten bagi Ayah dan Ibu sangatlah penting sehingga kerjasama ini dapat terlihat oleh si kecil. Usahakan agar kebiasaan ini dapat terus terjalin secara konsisten oleh ibu dan ayah sehingga anak tetap merasa nyaman. Yang terakhir yang perlu peningkatan adalah kemampuan motoriknya. Jika dengan ibu, ia kebanyakan menghabiskan waktu untuk berbicara dan bersantai ria, dengan ayah ia bisa diak untuk melakukan aktivitas fisik di luar ruangan.

Keharmonisan hubungan antara orang tua haruslah seimbang, demikian juga dengan waktu yang dapat diberikan ayah kepada buah hatinya agar ia dapat tumbuh dan berkembang dengan  baik.

Read More
bayi yang menyusun balok warna warni berbahan halus

LilMin 23 September 2021

Manfaat Utama Mainan Bagi Anak Dan Kiat Memilih Mainannya

Manfaat mainan bagi anak dan kiat memilih mainannya adalah hal yang sangat penting khususnya saat si kecil mulai belajar dan berlatih banyak hal, karena saat itulah ia akan memahami dan melatih beberapa aspek pertumbuhannya. Salah satu faktor eksternal yang dapat membantu melatih tumbuh kembangnya adalah dengan tersedianya mainan bagi mereka. Mainan sendiri tentu merupakan sesuatu yang menyenangkan bagi mereka. Banyak studi menunjukan bahwa terdapat banyak manfaat positif terhadap perkembangan kemampuan otak, sosial, emosional dan tentunya fisik mereka karena pada dasarnya mereka akan selalu menyerap hal apapun yang mereka mainkan sehingga mainan adalah sarana yang sangat penting untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar dan mempelajari hal-hal baru, seperti:

1. Merangsang Kemampuan Bahasa
Studi di Inggris pada tahun 2000 melaporkan bahwa mainan yang tepat sesuai usia anak akan membantu merangsang otak anak dalam mengekspresikan kata-kata lebih baik.
2. Meningkatkan Kemampuan Matematis
Salah satu mainan yang dapat meningkatkan kemampuan ini adalah mainan balok yang memiliki tingkat kompleksitas bangunan yang beragam, setiap tingkatan akan memacu si anak untuk terus memainkannya hingga titik tertingginya.
3. Meningkatkan Fokus Dalam Belajar

Peningkatan kemampuan belajar akan didapatkan saat si kecil diberikan mainan tertentu


Tips Memilih Mainan Untuk Anak

Berikut adalah klasifikasi untuk memudahkan para orang tua memilih mainan untuk si kecil mulai dari perlengkapan bayi baru lahir:

0-3 bulan: Sebaiknya memilih gantungan tempat tidur yang dapat mengeluarkan suara dan berbahan halus

3-6 bulan: Mainan yang aman untuk digigit seiring dengan tumbuh giginya, mainan karet yang dapat mengeluarkan suara-suara lucu, boneka berbentuk hewan yang berbahan halus seperti Rattle Stick dapat menjadi opsi.

6-9 bulan: Orang tua dapat memilih untuk membeli buku bergambar yang mengeluarkan suara, berwarna cerah dan berbahan halus

9-12 bulan: Membelikan si kecil mainan seperti bola, balok-balokan, telepon mainan dan buku interaktif juga merupakan pilihan yang bagus!

12-18 bulan: Memilih bola mainan, balok yang dapat disusun, alat menggambar dan buku bergambar dapat diberikan pada masa ini.

Apapun mainan yang anda pilih untuk si kecil, pastikan  terlebih dahulu kecocokan mainan tersebut ya moms and dads!

source: klikdokter.com

Read More