+62 812-1121-1701 hello@littlefriends.co.id
anak gagal ginjal akut

LilMin 20 Oktober 2022

Jangan Takut Gagal Ginjal Akut

Namun tetap tingkatkan kewaspadaan ya Moms. Baru-baru ini memang sedang banyak beredar berita yang membuat kita semua sebagai orangtua khawatir. Ya, adanya penyakit Gagal Ginjal Akut Pada Anak. Dalam beberapa hari saja, kasus gagal ginjal akut ini meningkat pesat. Namun jangan takut pada gagal ginjal akut ini ya. Walaupun memang cukup berbahaya dan masih belum jelas diketahui penyebabnya, tapi usahakan untuk tidak panik dan tetap tenang ya Moms.

Gejala

Menurut Kementerian Kesehatan, berikut adalah beberapa gejala gagal ginjal akut pada anak:

  1. Demam
  2. Gangguan pencernaan seperti muntah dan diare
  3. Gangguan pernafasan seperti batuk dan pilek, sesak nafas, hingga kesadaran menurun
  4. Voume urine yang menurun atau bahkan tidak bisa kencing sama sekali, warna urine menjadi pekat, dan tidak kencing sama sekali selama 6-8 jam

Jika anak Moms mengalami beberapa gejala di atas terutama susah buang air kecil, sebaiknya segera menuju ke klinik kesehatan terdekat ya.

Imbauan IDAI

Dengan adanya kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak yang semakin naik tiap harinya, maka Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI pun memberikan beberapa imbauan pada tanggal 19 Oktober 2022. Berikut Little Friends kutip dari Instagram IDAI:

A. Bagi Tenaga Kesehatan dan Rumah Sakit

  1. Tenaga Kesehatan menghentikan sementara peresepan ibat syrup yang diduga terkontaminasi Etilen Glikol sesuai dengan investigasi Kementerian Kesehatan dan BPOM
  2. Bila menemukan obat syrup yang tidak dapat diganti, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter anak
  3. Jika perlu, resepkan obat pengganti dengan jenis sediaan lain seperti obat supposutoria (anal) dan puyer
  4. Peresepan obat puyer monoterapi hanya boleh oleh dokter dengan memperhatikan dosis berdasarkan ketentuan
  5. Tenaga Kesehatan melakukan pemantauan secara ketat terhadap gejala penyakit ini
  6. Rumah Sakit meningkatkan kewaspadaan deteksi dini penyakit ini

 

B. Bagi Masyarakat Umum

  1. Masyarakat untuk sementara waktu tidak membeli obat bebas tanpa rekomendasi tenaga kesehatan
  2. Masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap gejala-gejalanya
  3. Sebaiknya mengurangi aktivitas anak-anak, khususnya balita, yang memaparkan resiko infeksi (kerumunan, ruang tertutup, tidak menggunakan masker, dll)

Sekali lagi, jangan takut gagal ginjal akut ini ya Moms namun tetap waspada. Jika ada pertanyaan atau pelaporan terkait Gagal Ginjal Akut Pada Anak, Moms bisa menghubungi Hotline IDAI melalui chat Whatsapp ke +62 888 1999 666. Jika menemukan gejala pada anak, langsung ke dokter atau klinik kesehatan terdekat ya.-LDK

Read More
speech delay

LilMin 14 Oktober 2022

Speech Delay Pada Anak

Keterlambatan bicara atau speech delay menjadi satu kekhawatiran oleh para orangtua. Kemampuan berbicara merupakan salah satu tahapan tumbuh kembang anak yang cukup penting, setiap usia memiliki tahapan yang berbeda. Jika salah satu tahapan tidak dilewati, ada kemungkinan Si Kecil mengalami speech delay. Kali ini Little Friends akan mengajak Moms mengenal speech delay pada anak, baca artikelnya sampai selesai ya.

  • Penyebab

Bukan karena tumbuh kembang otaknya yang kurang optimal, sebenarnya ada banyak hal yang menyebabkan speech delay, antara lain:

  1. Terlalu banyak screen time
  2. Kurang stimulasi oleh orangtua/ jarang ngobrol
  3. Gangguan pada mulut
  4. Gangguan pada pendengaran
  5. Autisme dan down syndrome

Karena penyebab setiap anak berbeda, Moms harus lebih peka dengan keadaan anak ya, jangan mengira-ngira Moms agar penanganannya lebih tepat sasaran.

  • Tanda speech delay

Tanda-tanda speech delay harus diperhatikan sesuai dengan umur anak. Moms sudah bisa mengetahui beberapa tandanya sejak anak usia 12 bulan lho.  Berikut beberapa tanda perkembangan bicara pada anak yang normal.

  1. Pada usia 12-15 bulan biasanya anak sudah mengoceh dan bergumam
  2. Pada usia 18 bulan, anak sudah memiliki sekitar 6 kosa kata
  3. Menginjak usia 24 bulan atau 2 tahun, anak sudah meniru kata-kata orang di sekitarnya. Anak juga bisa menggabungkan kata menjadi kalimat sederhana. Paling tidak setiap minggunya anak mempelajari satu kosa kata baru
  4. Di usia 3-4 tahun, anak akan lebih jelas saat berbicara, bisa membuat kalimat yang lebih rumit

Nah, jika anak Moms tidak mengalami beberapa tahapan tersebut, itu berarti Moms perlu berkonsultasi dengan dokter anak atau ahlinya. Nantinya akan ada obeservasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya dan cara penanganannya salah satunya melalui speech therapy. Tidak perlu menyalahkan diri sendiri ya Moms, sabar dan terus dampingi anak agar tumbuh kembangnya bisa kembali normal.

  • Pencegahan speech delay

Asal tidak berhubungan dengan gangguan di fisik anak misal gangguan pendengaran ataupun kondisi autism dan down syndrome, sebenarnya Moms bisa melakukan pencegahan speech delay. Berikut beberapa caranya:

  1. Mambatasi penggunaan gadget, handphone dan suara televisi ternyata bisa menjadi distraksi untuk anak-anak Moms, serta membuatnya kurang berinteraksi
  2. Sering menstimulasi anak dengan mengajaknya ngobrol dan bercerita, tentang apa saja ya Moms, anggap saja anak jadi teman curhat di rumah. Hal ini tentunya juga bisa meningkatkan bonding kalian.
  3. Bacakan buku cerita, hal ini merupakan cara tercepat menambah kosa kata anak. Lakukan secara rutin ya, paling tidak sehari sekali. Sebelum tidur biasanya jadi waktu yang paling tepat
  4. Jangan menggunakan Bahasa bayi atau yang sok sok imut itu lho Moms. Sebaiknya gunakan Bahasa yang baik dan benar dari awal agar anak tidak bingung
  5. Respon anak saat berbicara, jangan cuek ya Moms. Semakin sering merespon omongan anak, semakin semangat pula ia berkomunikasi dengan Moms.- LDK

Read More
makanan penambah berat badan anak

LilMin 28 September 2022

Makanan Penambah Berat Badan Anak

Berat badan anak turun atau stuck di suatu angka memang bikin panik ya Moms. Bikin khawatir apakah Si Kecil ada masalah pencernaan, sampai menimbulkan perasaan tidak bisa mengurus anak dengan baik hiks. Santai Moms, tidak perlu langsung buru-buru ngasih makanan banyak ke anak. Tapi pilih makanan yang terbaik untuk anak, yang padat gizi dan tinggi kalori. Berikut ada beberapa rekomendasi makanan penambah berat badan anak.

 

1. Alpukat

Buah ini Sudah terkenal mengandung banyak lemak baik untuk tubuh. Alpukat sudah bisa diberikan sejak anak mulai MPASI, karena tekstur lembutnya pas untuk belajar makan. Berikan alpukat setiap hari Moms, kalau ingin anak cepat naik berat badan.

 

2. Telur puyuh

Telur puyuh merupakan makanan yang mengandung protein tinggi. Protein bisa membantu merangsang pertumbuhan Si Kecil. Rasa dari telur puyuh yang gurih juga sangat disukai oleh anak-anak, jadi tidak susah untuk mengajak anak makan telur puyuh. Cara olahnya pun mudah, tinggal direbus dan bisa disantap langsung, juga sangat enak dimasukkan dalam sup ataupun semur.

 

3. Susu

Kandungan gizi dalam susu sangat banyak, hal ini membuat susu menjadi penambah berat badan anak yang cukup cepat. Tapi ingat Moms, pilih susu yang sedikit atau bahkan tidak mengandung gula ya agar anak tetap sehat. Tidak juga harus susu formula yang mahal kok Moms, anak boleh minum susu sapi murni, susu uht, susu dari kacang atau biji-bijian, ataupun susu pasteurisasi.

 

4. Selai kacang

Kacang-kacangan dan biji-bijian kaya akan vitamin dan mineral, sangat baik untuk tumbuh kembang Si Kecil. Kacang juga mengandung banyak lemak sehingga bisa menjadi makanan penambah berat badan anak. Cara mudah menambahkan kacang dalam menu anak adalah menjadikannya selai kacang. Sebaiknya jangan beli selai buatan pabrik ya Moms, tapi buat sendiri saja di rumah agar tidak terpapar pemanis buatan.

 

5. Santan

Bahan makanan satu ini juga menjadi yang terbaik untuk menambah berat badan anak. Kandungan lemak baik pada santan bisa mempercepat kenaikan berat badan Si Kecil. Mudah saja pengolahannya ya Moms, tinggal tambahkan dalam bubur atau minumannya. Bisa juga untuk campuran dessert dan makanan utama lainnya.

 

Berikan beberapa makanan penambah berat badan anak di atas secara rutin untuk hasil terbaik ya Moms. Periksa pula berat badan anak secara berkala, apabila tidak ada kemajuan segera hubungi ahli gizi anak ya.- LDK

Read More


LilMin 26 September 2022

Ajak Anak untuk Belajar Berbagi

Berbagi dengan orang lain saat sudah dewasa mungkin mudah, namun berbeda untuk anak-anak Moms. Perlu diajarkan dan dibiasakan sedari dini agar anak mengerti akan pentingnya berbagi. Berbagi juga merupakan ketrampilan yang perlu dikuasai agar anak jadi lebih mudah bersosialisasi dan diterima oleh masyarakat saat dewasa nanti. Jadi selalu ajak anak untuk belajar berbagi ya, ini beberapa cara yang telah Little Friends rangkum.

1. Jelaskan arti berbagi dan manfaatnya

Biasakan untuk memberikan penjelasan sederhana sebelum mengajarkan sesuatu kepada anak. Beritahu arti berbagi dan ceritakan juga apa saja manfaat berbagi bagi dirinya maupun bagi orang di sekitarnya. Mulai dengan hal yang dekat dengan anak, misalnya ajak anak untuk berbagi mainan dengan adik ataupun temannya. Ajarkan juga bahwa berbagi tidak cuma memberi namun juga bisa sekedar meminjamkan, jadi anak tidak perlu khawatir karena mainannya pasti kembali.

2. Jangan memaksa

Perhatikan usia anak saat akan ajak anak untuk belajar berbagi ya Moms. Biasanya usia di bawah lima tahun masih tidak mengerti akan konsep berbagi. Nah, jika anak masih tidak mau berbagi Moms boleh tanyakan apa alasannya terlebih dahulu. Kemudian berikan pengertian, jangan langsung meledek anak pelit ya. Tidak perlu memaksanya untuk berbagi juga ya Moms, selalu hargai keputusan anak. Memaksanya berbagi malah akan membuatnya malas dan trauma.

3. Memberi contoh nyata

Anak adalah peniru ulung, jadi salah satu cara terbaik untuk mengajarkan sesuatu pada anak adalah dengan memberi contoh nyata. Moms bisa mengajak anak berbagi ke panti asuhan, atau yang lebih simple mencontohkan berbagi makanan dengan Dads. Jangan lupa, saat berbagi Moms kembali memberikan penjelasan tentang arti dan manfaatnya ya.

4. Time sharing

Metode lain yang bisa Moms coba adalah time sharing atau membiasakan anak untuk bergiliran barang. Metode ini juga berguna saat anak berebutan mainan dengan saudaranya atau temannya. Atur waktu main anak dengan suatu barang, beri waktu beberapa menit sampai akhirnya bertukar mainan dengan saudaranya. Mungkin akan susah pada awalnya tapi dengan cara itu anak-anak perlahan pasti tau maksudnya dan mulai lebih mudah berbagi.

5. Pelan-pelan saja dan berikan apresiasi

Semua ada waktunya Moms, jika anak belum bisa mengerti dan tidak mau berbagi berarti memang belum waktunya. Pelan-pelan saja dan tetap jadikan hal itu suatu kebiasaan agar nantinya melekat ke diri anak. Yang terpenting selalu berikan apresiasi jika anak sudah melakukan hal yang baik dan benar, termasuk saat ia sudah mau berbagi. Sedikit kalimat “Good Job” akan membuatnya senang dan ingin berbagi lagi dan lagi. Oh iya, kasih tau juga ya apa saja batasan dalam berbagi, jangan sampai kebablasan juga.- LDK

Read More
anak picky eater

LilMin 29 Agustus 2022

Agar Anak Tidak Jadi Picky Eater

Picky Eater adalah perilaku menolak atau memilih-milih makanan. Kondisi ini wajar terjadi pada anak 2-5 tahun, namun picky eater ini pun bisa terus menerus hingga menjadi kebiasaan sampai dewasa lho Mom. Masalahnya, jika anak terus menjadi picky eater, takutnya pemenuhan gizinya tidak terpenuhi dan bisa secara langsung mengganggu tumbuh kembangnya. Kali ini kita bahas bareng yuk beberapa cara agar anak tidak jadi picky eater.

1. Buat jadwal makan yang teratur

Dengan jadwal yang teratur, anak akan terbiasa dengan waktu makannya. Tubuhnya pun akan menyesuaikan lho Mom, biasanya mereka akan merasa lapar di jam yang sama. Mengatur jadwal makan ini bisa dilatih sejak anak MPASI yaa.

2. Ciptakan suasana makan yang menyenangkan

Bukan dengan nyetelin YouTube ya Mom, karena ini malah akan menjadi distraksi saat anak makan. Ajak anak makan bersama di meja makan, lalu makan bersama sambil cerita-cerita tentang aktivitasnya itu bisa membuat suasana makan lebih menyenangkan. Namun, tentu saja ingatkan untuk tidak berbicara saat sedang mengunyah makanan ya Mom. Untuk anak yang lebih kecil Mom bisa menyuapinya sambil bercerita atau mengenalkan tentang makanan hari ini.

3. Berkreasi dengan makanan

Anak-anak suka dengan sesuatu yang berwarna serta berbagai bentuk yang menarik, nah Mom bisa coba potong buah atau sayur sesuai dengan bentuk yang menarik minat anak atau susun makanan yang ada di piring dengan lucu. Hal ini terkesan simpel, namun bisa membuat anak lebih semangat makan.

4. Berikan makanan yang sama dengan keluarga

Tidak perlu kasih menu khusus untuk Si Kecil, namun jangan lupa bedakan tingkat kepedasannya ya Mom hehe. Biasakan anak untuk makan sesuai dengan masakan yang telah tersedia, pelan-pelan pasti terbiasa Mom.

5. Ajak anak menyiapkan makanan bersama

Anak-anak paling semangat jika terlibat mengerjakan sesuatu, salah satunya menyiapkan makanan. Mom bisa berikan tugas-tugas kecil yang sekiranya bisa ia kerjakan, seperti mengaduk telur, menuangkan minuman, memetik sayur, membawakan makanan ke meja makan, serta mengembalikan piring kotor ke tempat cuci. Dengan mendapatkan tanggung jawab, anak akan lebih semangat menantikan waktu makan.- LDK

Read More


LilMin 15 Agustus 2022

Mengenalkan Hari Kemerdekaan kepada Anak

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia segera datang. Kemeriahannya sudah terasa sejak awal bulan Agustus. Bendera merah putih telah berkibar di jalanan maupun di rumah-rumah penduduk. Berbagai acara untuk menyambut 17 Agustus juga telah banyak digelar. Nah, manfaatkan momen ini untuk mengenalkan Hari Kemerdekaan kepada anak yuk Moms. Agar Si Kecil lebih mengenal sejarah negaranya dan mulai mencintai tanah air sejak dini. Lakukan beberapa cara ini yaa.

1. Ajak anak memasang bendera merah putih di rumah

Cari waktu untuk bersama-sama memasang bendera merah putih di rumah. Si Kecil bisa ikut mencoba mengikat ke tiang bendera ya Moms. Nah, sambil memasang bendera bersama bisa selipkan juga cerita tentang bagaimana proses adanya bendera merah putih sebagai bendera negara Indonesia. Moms juga bisa mengajak Si Kecil menghias kamar ataupun sepedanya dengan ornamen bendera merah putih.

2. Dukung anak berpartisipasi mengikuti berbagai perlombaan Hari Kemerdekaan

Biasanya setiap area perumahan atau perkampungan selalu mengadakan perlombaan untuk menyambut 17 Agustus. Moms bisa mengajak anak untuk mengikuti perlombaannya ya. Jangan lupa untuk sesuaikan perlombaan dengan umurnya dan jangan memaksakannya yaa, jika Si Kecil belum mau ikut lomba, Moms bisa mengajaknya untuk menonton perlombaan terlebih dahulu.

3. Mengenalkan lagu-lagu nasional

Mumpung sedang pas momennya, ajari anak untuk lebih mengenal lagu-lagu nasional yuk Moms. Seperti lagu Indonesia Raya, Garuda di Dadaku, dsb. Cara termudah tentunya dengan mengenalkan lagu-lagu nasional ini melalui YouTube, pilih chanel khusus anak yaa. Setelah itu tiap hari ajak anak menyanyikannya bersama.

4. Menonton Upacara 17 Agustus di Istana Negara melalui TV

Upacara 17 Agustus di Istana Negara menjadi momen mewah yang bisa kita tonton bersama melalui televisi. Jangan sampai kelewatan ya Moms. Di sini anak juga bisa mengenal prosesi upacara kenegaraan yang khidmat, menyaksikan pengibaran bendera, dan tentu saja melihat langsung Bapak Presiden Indonesia.

5. Bercerita tentang kemerdekaan Indonesia sebelum tidur

Paling seru rasanya bercerita bersama Si Kecil sebelum tidur. Spesial di bulan Agustus ini ceritanya ganti dulu ya Moms, dari dongeng-dongeng ala Disney ke cerita para pejuang memerdekakan Indonesia. Supaya lebih mudah, Moms bisa beli dulu buku cerita untuk anak tentang para pejuang Indonesia, jadi tinggal membacakannya Moms. Selain memupuk rasa cinta tanah air, bonding antar orangtua dan anak pun semakin kuat.

Tentunya masih banyak cara lain untuk memupuk rasa nasionalisme pada Si Kecil misal dengan membawanya ke museum. Namun lima cara di atas bisa jadi cara termudah yang bisa Moms coba untuk mengenalkan Hari Kemerdekaan kepada anak. Oiya, jangan lupa juga untuk selalu gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak ya Moms.- LDK

Read More


LilMin 1 Agustus 2022

Belajar Parenting Ala Negara Jepang

Menjadi orangtua memerlukan pemebelajaran tanpa henti. Iya Moms, parenting atau pola asuh anak tidak bisa langsung kita kuasai, namun perlu belajar lagi dan lagi. Belajar parenting bisa dari mana saja, mulai dari yang terdekat yaitu orangtua dan mertua, dari kursus, webinar, maupun akun-akun Instagram. Bisa juga melihat dari parenting negara lain yang lebih maju dan sudah terbukti menciptakan generasi yang hebat seperti negara Jepang. Anak-anak kecil di Jepang sudah terkenal mandiri dan penuh sopan santun. Karakter tersebut tentunya karena pola asuh dari orangtua dan ternyata pemerintahnya pun memberi dukungan penuh. Penasaran nggak sih Moms gimana cara anak-anak Jepang berkarakter seperti itu? Yuk kita bersama belajar parenting ala negara Jepang.

1. Mandiri sejak balita

Anak-anak Jepang sudah belajar mandiri sedari kecil. Bahkan anak balita, usia 3 tahun sudah bisa pergi ke sekolah sendiri, biasanya sudah ada bis penjemputan sekolah. Belajar mandiri juga sudah mulai sejak anak masuk usia mpasi, dengan mengajarkan anak makan sendiri. Contoh lain, di supermarketnya, tersedia keranjang berukuran kecil agar anak bisa berbelanja sendiri.

2. Disiplin sejak dini

Orang Jepang sangat disiplin dan tepat waktu. Ternyata hal ini sudah ditanamkan sejak mereka masih kecil lho Moms. Anak-anak terbiasa memiliki jadwal harian seperti waktu untuk makan, waktu untuk bermain dan belajar. Dengan begitu anak pun jadi biasa untuk mengatur waktu sejak dini sekaligus belajar disiplin.

3. Bonding kuat dengan ibu

Keluarga di Jepang kebanyakan tidak memiliki asisten rumah tangga, jadi para ibu yang biasanya menyiapkan semua keperluan anak. Ibu-ibu Jepang sudah biasa melakukan aktivitasnya bersama anak. Hal ini membuat bonding dengan ibu menjadi kuat dan membuatnya menjadi role model untuk anak. Pemerintah juga memperhatikan para ibu yang bekerja, dengan memberikan layanan daycare untuk anak di bawah usia sekolah.

4. Memperhatikan pemenuhan nutrisi anak

Nutrisi anak di Jepang sangat diperhatikan, tidak hanya oleh orangtua masing-masing namun oleh pemerintah juga Moms. Ibu-ibu Jepang telah teredukasi tentang pola makan yang sehat. Para ibu yang sedang dalam masa kehamilan dan setelah melahirkan juga mendapatkan fasilitas konsultasi gratis tentang makanan sehat untuk anak. Sekolah-sekolah Jepang juga menyediakan makan siang sesuai dengan nutrisi anak sesuai usianya.

5. Melatih empati anak

Sejak kecil, anak-anak Jepang belajar untuk melihat sekeliling dan memikirkan orang lain yang bisa membuatnya berempati tinggi. Mereka sudah selalu diingatkan agar tidak mengganggu kenyamanan orang lain baik di rumah maupun di tempat umum. Makanya anak-anak Jepang biasanya bisa duduk tertib saat ada di kendaraan umum dan juga tidak menangis keras atau tantrum di luar rumah.

Nah menurut Moms gimana nih apakah ibu-ibu Indonesia bisa belajar parenting ala negara Jepang? Walaupun tidak sepenuhnya bisa mengikutinya karena fasilitas pemerintah kita pun berbeda, namun kita coba terapkan ke parenting kita yuk.- LDK

Read More


LilMin 26 Juli 2022

Tips Mengajak Si Kecil Membereskan Mainannya Sendiri

Pasti banyak Moms di sini yang suka pusing dengan banyaknya mainan yang berserakan di semua sudut rumah, yang kalau terinjak rasanya bikin ingin murka! Ups, sabar Moms daripada energinya keluar untuk marah-marah, mending salurkan dengan mengajarkan Si Kecil merapikan mainannya. Sedikit susah di awal tapi pasti akan bisa kalau terbiasa. Berikut beberapa tips mengajak Si Kecil membereskan mainannya sendiri.

1. Mulai dengan membereskan bersama

Jangan asal nyuruh-nyuruh aja ya Moms, yang ada Si Kecil malah jadi semakin malas membereskan mainannya. Mulailah dengan mengajak anak untuk membereskan mainannya bersama-sama. Si Kecil adalah peniru ulung, jadi berikan saja contohnya ia pasti akan ikutan tanpa perlu Moms kasih omelan.

2. Sediakan tempat penyimpanan mainan yang mudah terjangkau oleh Si Kecil

Kadang tempat penyimpanan mainan yang susah dijangkau menjadi penyebab Si Kecil malas membereskan mainannya. Misalnya tempat yang terlalu tinggi, berada terlalu jauh di ruangan lain, ataupun yang berat dan susah dibuka. Sebaiknya sediakan tempat penyimpanan mainan khusus anak-anak yang biasanya tidak terlalu tinggi dan berdesain mudah dibuka. Dengan begitu Si Kecil jadi lebih mudah membereskan mainannya.

3. Tambahkan sedikit keseruan

Si Kecil sangat suka yang seru-seru! Lagu dan musik ceria, tari-tarian lucu, hal-hal tersebut membuat anak jadi lebih bersemangat. Moms bisa juga menambahkan keseruan tersebut saat beres-beres mainan. Misal karanglah lagu bersih-bersih versimu sendiri dan mulai nyanyikan bersama Si Kecil. Lebih seru dan sehat daripada beres-beres sambal ngomel Moms.

4. Berikan jadwal bermain

Sebetulnya anak-anak itu sangat disiplin lho Moms. Jika sudah ada jadwal, biasanya mereka akan menepatinya. Tentukan saja jadwal bermain dalam sehari dan jangan lupa sounding ke mereka ya. Ingatkan juga jika waktu bermain sudah mau habis, dan ajak mereka untuk membiasakan membereskan mainannya.

5. Jangan lupa beri kepercayaan dan pujian

Pasti mulut rasanya gatal jika melihat Si Kecil memasukkan mainan yang tidak sesuai pada tempatnya. No interupsi ya Moms! Hargai usahanya dan berikan kepercayaan penuh saat dia membereskan mainannya sendiri. Setelah selesai, baru kasih tau mana tempat yang seharusnya tanpa marah-marah yaa. Jika ia sudah melakukan yang terbaik, berikan pujian yang tulus. Sampaikan pada Si Kecil bahwa ia sudah bisa membereskan mainannya dengan baik, ruangannya jadi bersih dan bagus. Pasti Si Kecil jadi senang dan akan semangat untuk membereskan mainannya esok hari.

Setelah lima tips mengajak Si Kecil membereskan mainannya sendiri di atas dijalankan, yang terakhir perlu dipunyai oleh Moms adalah kesabaran hehehe. Pelan-pelan saja ya Moms ngajarinnya, lama-lama Si Kecil pasti akan terbiasa dengan kegiatan ini. Karena dari membereskan mainan sendiri, Si Kecil akan bisa lebih belajar lagi tentang rasa tanggung jawab dan kemandirian.- LDK

Read More
skincare untuk bayi

LilMin 12 Juli 2022

Memilih Skincare yang Tepat untuk Bayi, Ini Tipsnya

Tak hanya orang dewasa yang membutuhkan perawatan kulit, bayi juga membutuhkannya lho Moms. Kulit bayi memang halus dan lembut, namun masih sangat tipis dan sensitif sehingga mudah banget terkena iritasi dan berbagai masalah kulit, seperti ruam, alergi, hingga kulit kering. Oleh karena itu bayi membutuhkan skincare yang tepat dengan formulasi khusus untuk bayi. Nah apa saja yang perlu diperhatikan saat memilih skincare yang tepat untuk bayi? Ini dia beberapa tips-nya Moms.

1. Pilih sabun bayi dengan pH balance

Fyi, tubuh manusia juga memiliki pH, yang memberi petunjuk suatu zat bersifat asam atau basa. pH tubuh orang dewasa, berbeda dengan bayi. Nilai keseimbangan pH kulit bayi ialah sekitar 5.5. Oleh karena itu paling tepat menggunakan produk bayi atau sabun bayi yang juga punya kandungan pH 5.5 atau pH balance yang sesuai dengan pH kulit bayi. Moms juga harus lebih teliti ya, perhatikan kondisi kulit bayi setelah menggunakan suatu produk. Pastikan kulit bayi tidak kering, tidak mengelupas, dan tetap sehat.

2. Pilih produk yang bebas dari bahan kimia berbahaya

Saat memilih skincare untuk bayi, pastikan Moms membaca label bahan atau ingredients-nya ya. Beberapa bahan kimia seperti alkohol, SLS, dan paraben termasuk yang berbahaya untuk Si Kecil. Alkohol bisa menyebabkan kulit bayi jadi lebih kering dan iritasi, sedangkan SLS dan paraben juga bisa menyebabkan alergi di kulit bayi. Cari tau dengan lebih cermat kandungan yang terdapat dalam skincare bayi.

3. Pilih produk dengan pelembap yang aman untuk bayi

Moms bisa mencoba skincare dengan kandungan pelembap dari bahan alami seperti lidah buaya dan essensial oil lainnya. Pilih juga skincare dengan kandungan emolien yang direkomendasikan seperti ceramide yang bisa melembapkan sekaligus melindungi kesehatan kulit bayi.

4. Pilih produk Hypoallergenic

Hypoallergenic merupakan istilah yang menandakan suatu produk tidak menimbulkan reaksi alergi. Dengan kata lain jika memakai skincare dengan label hypoallergenic akan membuat kulit jadi lebih aman dan bebas alergi. Bukan berarti bebas sepenuhnya dari alergi ya Moms, tapi kandungan pemicu alerginya lebih kecil daripada produk tanpa lebal ini.

5. Pilih yang sudah teruji klinis atau dermatologically tested

Hal ini juga penting untuk diperhatikan, biasanya sudah tertulis juga pada label ya Moms. Uji klinis ini dilakukan untuk memastikan skincare bayi tersebut tidak mengandung bahan berbahaya dan aman untuk bayi. Jangan lupa pastikan skincare bayi Moms juga sudah terdaftar BPOM yaa.

Itu dia Moms, beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih skincare yang tepat untuk bayi. Sebelum membeli, teliti lagi kandungan yang ada dalam produk-produk tersebut ya. Selalu berikan yang terbaik untuk Si Kecil.- LDK

Read More
bermain bersama bayi baru lahir

LilMin 27 Juni 2022

5 Cara Bermain Bersama Bayi Baru Lahir

Newborn atau bayi baru lahir memang menghabiskan waktu lebih banyak untuk tidur, sekitar 16-17 jam per hari. Namun Moms dan Dads sudah bisa mengajaknya bermain lho di saat ia sedang terjaga. Selain bisa meningkatkan  bonding orangtua dan anak, Si Kecil yang baru lahir ini juga sudah bisa merasakan  senang saat bermain. Nah untuk Moms dan Dads yang masih bingung harus bermain apa, berikut Little Friends sudah rangkum 5 cara bermain bersama bayi baru lahir.

1. Ajak jalan-jalan

Gendong Si Kecil dan ajaklah berjalan-jalan Moms. Tidak perlu jauh-jauh, cukup berkeliling di area rumah. Boleh juga ajak keluar ke taman agar Si Kecil menghirup udara segar. Ternyata irama gerakan saat berjalan dan pemandangan jadi hal menarik untuk Si Kecil lho. Ajak juga Si Kecil berinteraksi dengan anggota rumah yang lain, bertemu dan mendengar suara orang membuat Si Kecil terhibur.

2. Bermain dengan tangan dan kakinya

Lakukan permainan ini saat Si Kecil baru saja bangun tidur. Sapa ia dan pegang kedua tangan mungilnya Moms. Ajaklah Si Kecil menggerakkan tangannya seperti melakukan gerakan olahraga. Moms bisa meregangkan tangannya ke samping, ke depan, dan ke atas. Lakukan juga pada kaki mungilnya yang tidak bisa diam itu ya Moms hihi. Tekuk kaki Si Kecil dan gerak-gerakkan ke atas. Ingat untuk selalu melakukan kontak mata saat bermain bersama, agar bonding lebih kuat.

3. Bertatapan sambil bernyanyi atau bercerita

Mungkin Si Kecil tidak akan memberikan tanggapan langsung kepada cerita Moms, tapi dia sudah tau lho kalau Moms sedang bercerita. Nyanyikan juga lagu-lagu anak yang menyenangkan sambal menatap matanya. Bernyanyi dan bercerita akan membuat Si Kecil menghafal suara Moms, juga melatih sensorik dan pendengarannya.

4. Baca buku berwarna kontras

Moms dan Dads juga sudah bisa mengenalkan buku ke bayi baru lahir. Pilihkan buku berwarna kontras seperti buku hitam putih untuk Si Kecil. Moms juga bisa memilihkan buku yang empuk atau soft book agar lebih aman untuk dipegang atau digigit oleh Si Kecil. Membacakan buku sejak dini bisa meningkatkan kecerdasan literasinya Moms.

5. Memasang mainan gantung

Jika Si Kecil mempunyai tempat tidur atau box-nya sendiri, Moms dan Dads bisa memasangkan mainan gantung diatasnya. Mainan gantung yang bergerak dan berwarna-warni bisa merangsang indera penglihatan Si Kecil. Mainan ini pastinya akan sangat menarik dan menghibur untuknya.

Itu dia 5 cara bermain bersama bayi baru lahir yang bisa dicoba, sederhana kan? Yang terpenting ajak Si Kecil bermain secara rutin, karena sangat baik untuk tumbuh kembangnya dan kedekatan antara orangtua dan anak. – LDK

Read More