+62 812-1121-1701 hello@littlefriends.co.id



Cek tinggi badan anak secara teratur

LilMin 30 Mei 2022

Pantau Pertumbuhan Anak dari Tinggi Badan

Semua orangtua pasti ingin perkembangan dan pertumbuhan anak ideal sesuai dengan usianya. Hal tersebut juga merupakan faktor untuk mengetahui apakah orangtua sudah memberikan gizi yang cukup kepada anak. Salah satu cara untuk mengetahui pertumbuhan anak adalah dengan terus memantau tinggi dan berat badan anak secara teratur.

Tinggi badan anak yang cukup merupakan indikasi bahwa anak tidak mengalami stunting. Stunting adalah kondisi saat tubuh anak pendek karena gagal tumbuh atau kekurangan zat gizi kronis dalam jangka waktu yang lama. Stunting akan menyebabkan anak menjadi rentan penyakit, kecerdasan di bawah normal, serta produktivitas menjadi rendah.

Berikut tinggi badan anak ideal menurut peraturan Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2020. Untuk anak usia 1-2 tahun, tinggi anak perempuan sebaiknya 74-86 cm, anak laki-laki 75.7-87.8 cm. Pada anak usia 2-3 tahun, tinggi anak perempuan yang baik adalah 85.7-95.1 cm dan anak laki-laki 87.8-96.1 cm. Untuk anak usia 3-4 tahun, anak perempuan 95.1-102.7 cm sedangkan anak laki-laki 96.1-103.3 cm. Dan untuk anak usia 4-5 tahun, anak perempuan 102.7-109.4 cm, anak laki-laki 103.3-110 cm. Selain gizi yang cukup dan seimbang, ada beberapa faktor lain yang juga bisa mempengaruhi tinggi badan anak, yaitu:

Genetik

Menurut dr. Caessar Pronocitro, dokter spesialis anak dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya, tinggi badan anak dipengaruhi 60-80% dari genetik orangtuanya. Jadi tinggi badan anak nantinya akan tidak jauh beda dari tinggi badan orangtua. Untuk Moms yang ingin mencari tahu perkiraan tinggi badan anak setelah dewasa, bisa lihat ke website IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) juga lho. Di sini sudah tersedia kalkulator tinggi potensi genetik.

Hormon dan Masalah Kesehatan Lain

Ketidakseimbangan hormon juga bisa mempengaruhi tinggi badan anak. Seperti kadar tiroid atau hormon pertumbuhan yang rendah bisa membuat kenaikan tinggi badan anak lebih lambat. Kadar yang terlalu tinggi, juuga menyebabkan anak menjadi terlalu tinggi disbanding anak seusianya. Masalah kesehatan atau penyakit tertentu juga bisa menyebabkan pertumbuhan anak terhambat Moms.

Aktivitas Anak

Anak juga harus menerima stimulasi untuk merangsang masa pertumbuhan. Aktivitas seperti lompat tali, berenang, basket, badminton, dan berbagai olahraga lainnya bisa mempercepat pertumbuhan tinggi badan anak.

Nah Moms, pantau terus tinggi badan anak ya. Siapkan alat pengukur tinggi dan berat badan anak di rumah untuk mempermudah memantau pertumbuhannya. Catat perkembangannya dari waktu ke waktu juga. Jika ditemukan tinggi atau berat badan tidak sesuai usia, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis anak.- LDK