08112059821 info@littlefriends.co.id
kado lahiran yang kepakai lama

LilMin 17 Oktober 2023

7 Ide Kado Lahiran yang Kepakai Lama

sahabat terdekat Moms sebentar lagi lahiran. Sudah terpikir mau memberi kado apa? Moms bisa berikan perlengkapan bayi yang bermanfaat atau barang menarik yang bisa menjadi kenang-kenangan. Namun ada baiknya pilih tipe kado lahiran yang kepakai lama. Supaya barangnya bisa dipakai dari Littles newborn sampai balita. Setiap kali menggunakan barang hadiah itu, teman Moms akan selalu teringat denganmu.

7 Ide Kado Lahiran yang Kepakai Lama

Wajar jika Moms merasa bingung saat mencari kado lahiran yang tepat buat teman dekat. Karena kalau untuk anak sendiri Moms sudah tahu apa saja kebutuhannya. Cara paling aman adalah dengan bertanya dulu ke teman, barang apa yang mereka butuhkan atau belum dimiliki. Tetapi jika Moms ingin memberikan kejutan, Moms bisa membeli barang yang menarik tapi juga bermanfaat untuk anak maupun orang tuanya, seperti 7 ide kado lahiran berikut ini:

Gendongan Bayi

Memberi kado gendongan bayi tidak akan pernah gagal. Gendongan pasti akan sangat bermanfaat dan dipakai oleh teman Moms. Model gendongan bayi juga makin beragam dengan fitur dan batasan usia untuk pemakain yang berbeda. Seperti gendongan m shape, ring sling, hipseat, baby wrap, dan gendongan instan. Kalau Moms ingin gendongan bisa digunakan dari Littles newborn pilih baby wrap, m shape, dan gendongan sling. Karena pemakaian gendongan hipseat untuk bayi di atas 6 bulan.

 

Selimut

Teman Moms tentu sudah menyiapkan selimut sendiri untuk bayinya yang akan lahir. Tetapi tidak ada salahnya buat menambah koleksi selimut bayi milik teman dengan menyiapkan kado selimut bayi. Selain itu ada beberapa jenis selimut bayi yang bisa Moms pertimbangkan. Seperti selimut dengan tambahan hoodie, selimut on the go untuk bepergian, dan selimut dengan kain minky yang bagus untuk menstimulai sensori Littles.

 

Playmat

Playmat akan jadi kado lahiran yang kepakai lama. Melansir dari Small Smart Playmat adalah alas bermain yang bagian permukaanya terbuat dari busa atau bahan fabric yang empuk, sehingga aman untuk tempat bayi bermain. Playmat menjadi area yang aman dan higienis untuk Littles bermain, tummy time, dan melakukan aktivitas lainnya. Sebagian playmat juga memiliki fitur mainan-mainan sensori yang menggantung, memancing Littles untuk bergerak dan meraih mainan. Maka dari itu ada juga yang menyebutnya playgym.

 

Diaper Bag

Setiap kali orang tua bepergian dengan bayi pasti membawa perlengkapan yang banyak. Mulai dari popok, botol susu, tisu basah, skin care bayi, baju ganti, dan masih banyak lagi. Moms bisa memberi kado berupa Diaper Bag atau Tas Bayi yang memang kompartemennya cukup luas untuk menyimpan barang-barang bayi dan ibu.

Baca juga: 6 Mainan Bayi 0-12 Bulan, Bantu Tumbuh Kembang Si Kecil

Softbook

Buku anak softbook termasuk barang long last karena bisa Littles mainkan dari newborn sampai balita. Softbook terbuat dari bahan kain lembut dan halus, dengan ilustrasi menarik untuk anak-anak. Buku berbahan kain ini tidak mudah rusak dan gampang dibersihkan. Ada yang dilengkapi dengan teether, rattle, dan permukaan bertekstur yang bagus untuk menstimulasi kemampuan sensori serta motorik halus Littles.

 

Bantal Ibu Menyusui

Bantal Ibu Menyusui atau bansui akan sangat bermanfaat untuk teman Moms. Bansui dapat menopang tangan ibu saat menyusui, mengurangi ketegangan dan mencegah munculnya rasa pegal sewaktu memberikan Littles ASI. Selain itu bansui juga dapat Littles gunakan menjadi sandaran duduk dan penyangga tummy time.

 

Mainan Sensori

Moms pasti pernah melihat konten video bayi yang sedang bermain sensory play. Permainan sensori ini merupakan jenis permainan yang dapat menstimulasi panca indra mulai dari indra penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, pengecapan, juga merangsang kemampuan gerak dan keseimbangan. Moms bisa siapkan mainan sensori untuk jadi kado lahiran. Seperti rattle, busy book, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Itu dia 7 ide kado lahiran yang kepakai lama. Sebenarnya apapun hadiah yang Moms persiapkan, temanmu pasti akan sangat senang menerimanya. Karena memberi hadiah menandakan perhatian dan kasih sayang yang tulus. Namun sebagai orang yang mengirim hadiah, Moms perlu mempertimbangkan dengan hati-hati jenis barang apa yang akan bermanfaat dan bisa kepakai lama oleh sahabat Moms.

Bila Moms ingin memberikan kado lahiran berupa mainan edukatif, Moms bisa temukan aneka macam mainan di Little Friends. Dapatkan berbagai jenis mainan yang bagus untuk perkembangan kemampuan sensori, motoric, dan kognitif Littles. Pesan melalui official store Little Friends di e-commerce.
~NJ~

Read More
mainan bayi 0-12 bulan

LilMin 3 Mei 2023

6 Mainan Bayi 0-12 Bulan, Bantu Tumbuh Kembang Si Kecil

Sejak awal kelahirannya, bayi belajar melalui interaksi dengan dunia sekitar. Maka dari itu Moms bisa menemukan berbagai macam mainan bayi 0-12 bulan. Mainan-mainan tersebut bukan hanya membuat Si Kecil anteng, tapi juga dapat menstimulasi tumbuh kembangnya.

Mainan akan merangsang indera penglihatan, pendengaran, dan taktikal Si Kecil. Membantu proses perkembangan tubuh dan otaknya. Namun, pastikan Moms memilih mainan bayi yang aman untuk tubuh si Kecil, terutama bagian mulut. Karena bayi sering memasukkan benda asing ke dalam mulutnya untuk mencari tahu (fase oral).

6 Mainan Bayi 0-12 Bulan

Selain memastikan mainan menggunakan material yang aman, pastikan pula bentuknya tidak membuat Si Kecil terluka. Moms juga perlu memilih jenis mainan sesuai usia bayi. Supaya mainan tersebut tetap menyenangkan bagi Si Kecil. Berikut ini rekomendasi 6 mainan bayi untuk usia 0-12 bulan:

Mainan Gantung dengan Musik

Ketika usia Si Kecil masih 0 bulan, Moms sudah bisa memberikan mainan gantung dengan musik. Mata Si Kecil akan mengikuti mainan yang berputar. Musik dari mainan yang digantung juga akan menarik perhatian Si Kecil.

Mainan gantung ini bagus untuk merangsang kemampuan pendengaran dan penglihatan Si Kecil. Ada banyak studi yang menyebutkan bahwa musik mampu meningkatkan kecerdasan pada bayi. Terutama saat bayi berada di rentang usia 0-8 bulan.

Soft Book

Pilih buku dengan bahan kain yang halus atau sering disebut soft book. Jenis buku ini aman dimainkan oleh Si Kecil. Moms tidak perlu khawatir bila Si Kecil memegang hingga menggigit soft book. Tidak ada efek buruk yang akan menimpa Si Kecil.

Selain itu soft book menampilkan desain dan warna yang terlihat menarik bagi Si Kecil. Serta memiliki cerita yang bisa Moms bacakan untuk Si Kecil. Beberapa jenis soft book juga dilengkapi dengan tekstur permukaan yang berbeda. Memancing Si Kecil menyentuh dan meraba, sehingga bagus untuk perkembangan sensorik anak.

Rattle

Jika Si Kecil sudah mulai bisa menggenggam benda, Moms bisa berikan Rattle untuknya. Rattle merupakan mainan yang dapat mengeluarkan suara gemerincing saat digerakkan. Arti kata Rattle sendiri adalah gemerincing. Rattle dijual dalam berbagai bentuk di pasaran. Ada yang berbentuk stick, gelang, ring dan boneka.

Teksturnya halus karena dibuat dalam bentuk boneka. Ada juga yang menggunakan bahan plastik yang aman untuk Si Kecil. Rattle dapat menstimulus indera bayi mulai dari pendengaran, penglihatan, peraba dan juga pengecap. Rattle juga bisa melatih konsentrasi dan fokus Si Kecil.

Baca juga: Speech Delay Pada Anak

Playmat

Playmat adalah matras bermain untuk Si Kecil. Permukaan playmat yang empuk memungkinkan Si Kecil bergerak dengan aman, termasuk melakukan tummy time. Moms bisa menemukan berbagai bentuk dan ukuran Playmat di pasaran.

Salah satunya ada jenis playmat yang dipasang dengan berbagai bentuk mainan gantungan. Moms bisa menidurkan Si Kecil di atas playmat, Si Kecil pun akan mulai meraih dan menarik mainan yang menggantung di atasnya.

Busy Book

Mainan bayi 0-12 bulan yang wajib Moms bawa saat mengajak Si Kecil pergi adalah Busy Book. Buku yang bisa menyibukkan anak dengan mengerjakan aktivitas tertentu. Seperti, menggeser, memasang, mencocokkan, dan lain sebagainya. Busy Book terbuat dari bahan yang empuk, jadi aman untuk Si Kecil.

Buku anak yang interaktif ini memiliki tema-tema berbeda. Misalnya mengenalkan hewan, aktivitas sehari-hari, planet dan lain sebagainya. Jadi selain mencegah Si Kecil rewel, Busy Book juga dapat mengembangkan kognitif Si Kecil. Menstimulasi motorik halus, rasa ingin tahu, dan kreativitas.

Teether

Ketika masuk usia 6 bulan, umumnya Si Kecil mulai tumbuh gigi. Pada tahap ini Si Kecil sering rewel karena gusinya terasa gatal dan nyeri. Moms bisa berikan Si Kecil Teether. Mainan yang aman digigit oleh bayi.

Teether akan membuat Si Kecil merasa lebih nyaman saat tumbuh gigi. Selain itu Teether juga dapat merangsang kemampuan berbicara Si Kecil. Pastikan Moms memilih Teether yang bebas BPA dan pewarna buatan ya!
Apabila Moms pernah mendengar anggapan kalau bayi newborn tidak memerlukan mainan, jelas itu tidak tepat ya. Justru mainan yang didesain khusus untuk usia 0-12 bulan, akan membantu menstimulus tumbuh kembang Si Kecil.

Enam mainan bayi 0-12 bulan di atas bisa Moms dapatkan di Little Friends, brand mainan edukatif asli buatan Indonesia. Temukan mainan edukatif untuk Si Kecil di halaman produk atau langsung kunjungi official e-commerce Little Friends. Ada banyak pilihan mainan menarik yang bisa jadi #TemanSiKecil bermain.

by-NJ

Read More
Cek tinggi badan anak secara teratur

LilMin 30 Mei 2022

Pantau Pertumbuhan Anak dari Tinggi Badan

Semua orangtua pasti ingin perkembangan dan pertumbuhan anak ideal sesuai dengan usianya. Hal tersebut juga merupakan faktor untuk mengetahui apakah orangtua sudah memberikan gizi yang cukup kepada anak. Salah satu cara untuk mengetahui pertumbuhan anak adalah dengan terus memantau tinggi dan berat badan anak secara teratur.

Tinggi badan anak yang cukup merupakan indikasi bahwa anak tidak mengalami stunting. Stunting adalah kondisi saat tubuh anak pendek karena gagal tumbuh atau kekurangan zat gizi kronis dalam jangka waktu yang lama. Stunting akan menyebabkan anak menjadi rentan penyakit, kecerdasan di bawah normal, serta produktivitas menjadi rendah.

Berikut tinggi badan anak ideal menurut peraturan Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2020. Untuk anak usia 1-2 tahun, tinggi anak perempuan sebaiknya 74-86 cm, anak laki-laki 75.7-87.8 cm. Pada anak usia 2-3 tahun, tinggi anak perempuan yang baik adalah 85.7-95.1 cm dan anak laki-laki 87.8-96.1 cm. Untuk anak usia 3-4 tahun, anak perempuan 95.1-102.7 cm sedangkan anak laki-laki 96.1-103.3 cm. Dan untuk anak usia 4-5 tahun, anak perempuan 102.7-109.4 cm, anak laki-laki 103.3-110 cm. Selain gizi yang cukup dan seimbang, ada beberapa faktor lain yang juga bisa mempengaruhi tinggi badan anak, yaitu:

Genetik

Menurut dr. Caessar Pronocitro, dokter spesialis anak dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya, tinggi badan anak dipengaruhi 60-80% dari genetik orangtuanya. Jadi tinggi badan anak nantinya akan tidak jauh beda dari tinggi badan orangtua. Untuk Moms yang ingin mencari tahu perkiraan tinggi badan anak setelah dewasa, bisa lihat ke website IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) juga lho. Di sini sudah tersedia kalkulator tinggi potensi genetik.

Hormon dan Masalah Kesehatan Lain

Ketidakseimbangan hormon juga bisa mempengaruhi tinggi badan anak. Seperti kadar tiroid atau hormon pertumbuhan yang rendah bisa membuat kenaikan tinggi badan anak lebih lambat. Kadar yang terlalu tinggi, juuga menyebabkan anak menjadi terlalu tinggi disbanding anak seusianya. Masalah kesehatan atau penyakit tertentu juga bisa menyebabkan pertumbuhan anak terhambat Moms.

Aktivitas Anak

Anak juga harus menerima stimulasi untuk merangsang masa pertumbuhan. Aktivitas seperti lompat tali, berenang, basket, badminton, dan berbagai olahraga lainnya bisa mempercepat pertumbuhan tinggi badan anak.

Nah Moms, pantau terus tinggi badan anak ya. Siapkan alat pengukur tinggi dan berat badan anak di rumah untuk mempermudah memantau pertumbuhannya. Catat perkembangannya dari waktu ke waktu juga. Jika ditemukan tinggi atau berat badan tidak sesuai usia, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis anak.- LDK

Read More


LilMin 26 April 2022

Mencegah Si Kecil Mabuk Perjalanan Saat Mudik!

Hari Lebaran sudah di depan mata, tentu momen ini sudah sangat dinanti, ya! Di Indonesia, hari Lebaran biasanya diisi dengan kegiatan mudik yaitu kegiatan kembali ke kampung halaman untuk berkunjung kepada anggota keluarga yang biasanya terpisah. Memang untuk dua tahun kebelakang, tradisi ini terpaksa harus ditahan karena pandemi COVID-19 yang berlangsung. Namun, di tahun 2022 ini, pemerintah akhirnya memperbolehkan kita untuk kembali melaksanakan tradisi ini. Nah selama itu juga mungkin terdapat orangtua baru yang akan mengajak Si Kecil untuk mudik. Terdapat beberapa persiapan yang perlu diperhatikan, salah satunya kemungkinan Si Kecil untuk mabuk perjalanan, karena hal ini bisa terjadi saat ia menaiki moda transportasi apapun. Nah untuk mencegahnya, kita sudah siapkan pembahasan seputar cara menjaga Si Kecil Tidak Mabuk Perjalanan saat Mudik di bawah!

 

Penyebab Si Kecil Mabuk Perjalanan

Ketika menggunakan alat transportasi, terjadi ketidak sesuaian antara gerakan tubuh yang sesungguhnya dan gerakan yang dipikirkan oleh otak. Hal ini akan menjadi hal yang biasa saja bagi orang dewasa, namun tidak untuk Si Kecil meski seharusnya ia akan semakin terbiasa. Selain itu terdapat beberapa faktor lain yang memicu mabuk perjalanan, antara lain;

 

1. Makan makanan yang tidak sehat

2. Udara yang sesak

3. Terlalu lama berfokus menatap satu objek

4. Bermain ponsel

5. Bau-bauan yang terlalu kuat

6. Melakukan gerakan mendadak terlalu sering

 

Tanda dan gejala mabuk perjalanan

Tanda awal Si Kecil mengalami mabuk perjalanan adalah dengan adanya rasa tidak nyaman di daerah perutnya, lalu akan merembet ke hal lain seperti rasa panas tubuh, wajah pucat dan pada akhirnya muntah. Untuk lebih jelasnya berikut gejala umum dari mabuk perjalanan:

 

1. Si Kecil menjadi pasif dengan wajah pucat

2. Keringat dingin

3 Sakit kepala dan pusing

4. Mual yang disusul muntah

 

 

Mengatasi Si Kecil saat Mabuk Perjalanan

Saat Si Kecil sudah muntah, segeralah sediakan minuman untuk mencegahnya dari dehidrasi. Jika Si Kecil sudah berusia lebih dari dua tahun, makan pemberian obat anti mabuk juga dapat menjadi solusi. Ketenangan Moms dan Dads adalah kunci untuk membantunya menguragi sensasi tidak enak dari mabuk perjalanan tersebut.

 

Langkah Mencegah Mabuk Perjalanan

 

Nah jika sudah mengetahui adanya potensi ini, baiknya orangtua dapat mencegah Si Kecil dari rasa mabuk dengan melakukan atau mempersiapkan hal-hal seperti berikut;

 

  • Memiliki waktu tidur yang cukup sebelum berangkat

Bisa dipastikan jika Si Kecil Lelah akibat kurang tidur, maka ia akan lebih rentan mengalami mabuk perjalanan. Sehingga upayakanlah agar ia memperoleh waktu istirahat yang cukup.

 

  • Tetap terhidrasi

Bahkan sehari sebelum keberangkatannya, pastikan ia selalu terhidrasi dengan baik. Konsumsi cairan akan membantunya agar tetap fit dan berenergi. Hal ini akan mencegahnya dari rasa lemas yang mendorongnya untuk menjadi mabuk.

 

  • Melihat ke depan

Saat berada di perjalanan, khususnya dengan mobil, usahakan agar ia selalu melihat ke arah depan. Hal ini menjadi penting agar ia selalu menerima visual yang sesuai dengan yang dia lihat dan masuk ke otaknya. Hal ini akan meminimalisir kemungkinannya terkena mabuk perjalanan.

 

  • Berikan dia sirkulasi angin

Saat berada di perjalanan, udara yang terkurung di ruangan seperti mobil akan mempengaruhi daya tahannya. Sesekali bukalah akses udara di mobil atau jika menggunakan kapal bisa dengan membawanya ke luar sebentar.

 

  • Hindari dari bau-bauan

Bau yang menyengat apalagi jika berada di ruangan yang menahan udara akan sangat mempengaruhi ketahanan Si Kecil. Bagi orangtua yang akan menggunakan mobil sangat penting untuk mengganti pengharum kabin dengan aroma yang tidak pekat atau menggunakan aromaterapi yang lebih ramah.

 

Selain mencegah dengan hal-hal di atas, ada juga yang perlu persiapan seperti makanan dan minuman. Biskuit, lemon, jahe dan peppermint adalah panganan yang dapat membantu meredakan dan mencegah Si Kecil untuk kembali mabuk saat melakukan perjalanan yang panjang apalagi untuk mudik kali ini.

 

Nah, semoga tips dan cara tadi dapat menghindarkan Si Kecil dari mabuk yang dapat mengurangi suasana ceria mudik kali ini ya, Moms! -KJ

Read More


LilMin 9 April 2022

Pilihan Permainan Untuk Balita yang Tidak Membosankan

Tidak terasa ya Moms kalau Si Kecil kini sudah menginjak usia Batita? Pada usia ini, Si Kecil akan mengalami banyak perubahan terkait masa tumbuh kembangnya seperti bentuk fisik dan emosionalnya. Semakin bertambah usianya, ia jadi semakin pandai untuk menggunakan ragam indra dan kemampuan fisiknya seperti berbicara, berjalan lebih cepat atau mengangkat benda yang lebih “berbobot” dari sebelumnya. Hal ini secara tidak langsung berimbas pada caranya bermain, di mana ia tidak akan lagi memainkan permainannya dulu namun orang tua juga dapat mengajaknya untuk melakoni permainan untuk balita.

Berikut ini beberapa saran permainan untuk batita yang menarik dan memaksimalkan tumbuh kembangnya;

Baca Juga: 5 Mainan Untuk Perkembangan Sensorimotor Si Bayi

1. Melacak Anggota Tubuh

Permainan anak batita pertama adalah permainan melacak anggota tubuh. Permainan ini hanya membutuhkan selembar kertas berukuran besar dan krayon atau alat marking lain yang mudah untuk dihapus. Moms atau Dads dapat memintanya untuk berbaring di kertas tersebut dan menggambar dengan mengikuti alur bentuk badannya. Saat orang tua mulai untuk menggambar, ia akan belajar untuk mengendalikan diri. Jika ia menjadi rewel, tak apa, biarkan saja. Sebagai alternatifnya cobalah meniru kaki atau tangannya. Ketika sudah selesai, anda dapat menunjukannya letak bagian-bagian tubuhnya dan mengajaknya untuk menggambar anggota tubuh tersebut. Dengan permainan ini, ia akan mempelajari cara untuk mengendalikan diri, keterampilan berbahasa dan juga mengenali setiap anggota tubuh.

2. Menggambar Lagu Favorit

Home alone photo created by freepik – www.freepik.com

Menggambar lagu? tentu bukan berarti menuliskan liriknya ya, Moms. Cobalah dengan menggambarkan objek yang disebutkan liriknya, semisal jika di lirik terdapat kata Apple maka ajaklah ia menggambar buah apel. Lakukan ini secara terus menerus dan di akhir permainan, bantu dia berstimulasi dengan menyanyikan lagu menggunakan bantuan gambar tersebut.

3. Bermain Kapal-kapalan


Rekomendasi permainan anak balita yang selanjutnya adalah bermain kapal-kapalan. Mintalah ia untuk duduk di atas handuk atau alas lainnya. Setelahnya tariklah alas tersebut secara lembut mengelilingi area rumah dan simulasikan seperti ia sedang berada di kapal. Setiap ruangan pun dapat diimajinasikan sebagai tempat tempat menarik untuk dikunjungi. Manfaat dari permainan ini jelas adalah untuk meningkatkan kemampuan pembayangan Si Kecil dan juga melatih keseimbangannya.

4. Bermain permainan kostum

Permainan ini cukup sederhana, hanya membutuhkan pakaian yang sudah agak jarang digunakan, dan membentuk kostum baru. Mintalah ia untuk meniru gaya berpakaian orang di sekitarnya, atau lebih baik lagi jika ia meniru untuk menjadi seseorang yang ia suka seperti pahlawan atau mainan favoritnya. Anak usia balita pada umumnya sangat suka permainan meniru dan menjadi seseorang yang mereka inginkan.

 

5. Permainan Stop and Go!

Permainan ini nampaknya sudah banyak diketahui, ya? namun faktanya permainan ini tidak pernah menjadi permainan yang membosankan. Permainan ini melibatkan kemampuan fisik untuk bergerak dan berhenti. Tujuan akhir ini akan membantunya untuk belajar mengambil keputusan tentang kapan ia harus berhenti dan kembali melaju yang juga melibatkan kesabaran.

Nah berikut adalah rekomendasi permainan yang pasti tidak akan membosankan. Pada dasarnya permainan apapun itu pasti menyenangkan, namun pastikan untuk mengajaknya melakukan permainan yang dapat meningkatkan banyak aspek dalam tumbuh kembangnya! -KJ

Read More