08112059821 info@littlefriends.co.id
mengukur tinggi badan anak

LilMin 29 Desember 2023

3 Alasan Penting Rajin Mengukur Tinggi Badan Anak

Selama ini orang tua sangat memerhatikan pertambahan berat badan anaknya. Tetapi seringkali terlewat untuk mengukur tinggi badan anak. Padahal mengetahui petumbuhan tinggi badan Littles juga tidak kalah penting. Selain itu untuk memastikan apakah berat badan Littles sudah ideal berdasarkan usianya atau belum, perlu disesuaikan dengan tinggi badan Littles.

3 Alasan Penting Rajin Mengukur Tinggi Badan Anak

Ada tiga indikator yang digunakan untuk mengukur tumbuh kembang anak di Indonesia. Pertama yaitu indikator berat badan menurut usia (BB/U), membandingkan berat badan Littles dengan anak seusianya. Nanti hasil dari perhitungan ini terbagi jadi anak berat badan normal, kurang, dan berlebih.

Kedua indikator berat badan menurut tinggi badan (BB/TB), membandingkan berat badan Littles dengan berat ideal sesuai berdasarkan tinggi badan anak. Hasil dari perhitungan ini menunjukkan status gizi Littles, apakah gizi baik, gizi kurang, gizi lebih, atau gizi buruk.

Kemudian yang ketiga adalah pengukuran tinggi badan menurut usia (TB/U), membandingkan tinggi badan Littles dengan anak seusianya dan jenis kelamin yang sama. Hasilnya menunjukkan apakah Littles termasuk tinggi, normal, bertubuh pendek, atau berperawakan sangat pendek.

Ada 3 alasan mengapa sebaiknya Moms rajin mengukur tinggi badan anak, berikut ini penjelasannya:

Memantau tumbuh kembang anak

Tinggi badan menjadi salah satu acuan atau indikator untuk mengetahui tumbuh kembang anak. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Namun Moms perlu ingat bahwa ukuran tinggi badan setiap anak bisa berbeda karena beberapa faktor. Mulai dari faktor genetik, terpenuhinya asupan gizi, olahraga, kondisi kesehatan, bahkan durasi tidur Littles loh.

Moms perlu mengukur tinggi badan Littles secara berkala. Sebagai acuan Moms bisa gunakan kurva pertumbuhan anak. WHO telah membuat ukuran tinggi badan ideal menurut jenis kelamin dan usia anak.

Berikut ukuran tinggi badan yang ideal untuk anak usia 1-5 tahun:

  • 1 tahun, laki-laki: 72-78 cm | perempuan: 70-78 cm
  • 2 tahun, laki-laki: 82-92 cm | perempuan: 80-92 cm
  • 3 tahun, laki-laki: 83-95 cm | perempuan: 82-95 cm
  • 4 tahun, laki-laki: 84-97 cm | perempuan 83-96 cm
  • 5 tahun, laki-laki: 85-98 cm | perempuan 84-97 cm

Baca juga: Ini Penyebab Kenapa Bayi Jalan Jinjit

Mendeteksi Stunting

Mengukur tinggi juga berat badan Littles, bermanfaat untuk mendeteksi dini masalah kurang gizi kronis pada anak atau dikenal dengan sebutan stunting. Gejala seorang anak mengalami stunting bisa terlihat dari pertumbuhan tulang yang tertunda, berat badan lebih rendah dari anak seusianya, dan bertubuh lebih pendek dibanding anak seusianya.

Konsultasikan dengan dokter spesialis anak bila Moms menemukan gejala-gejala tersebut. Supaya Moms dan Dads bisa melakukan penanganan lebih cepat.

Jadi Aktivitas Menyenangkan

Mengukur tinggi badan anak akan menjadi rutinitas yang menyenangkan. Moms bisa lakukan pengukuran tinggi badan Littles di salah satu sudut rumah. Tandai pertumbuhan Littles setiap tahunnya pada dinding atau pintu rumah. Aktivitas ini dapat terus berlanjut sampai Littles masuk sekolah.

Tetapi daripada meninggalkan coretan pada dinding dan pintu rumah, Moms bisa gunakan Pengukur Tinggi Badan dari Little Friends. Moms tinggal gantung di dinding rumah setiap kali ingin mengukur tinggi Littles, lalu gulung kembali jika sudah tidak digunakan. Pengukur Tinggi Badan Little Friends dapat mengukur sampai 130 cm. Alat bantu ini memiliki desain yang menarik dan colourful, membuat Littles lebih semangat untuk mengukur tinggi badannya. Cek Pengukur Tinggi Badan selengkapnya di sini.

~NJ

Read More
tempat wisata ramah anak

LilMin 27 Desember 2023

4 Tempat Wisata Ramah Anak di Bandung

Mau liburan sama Littles ke mana Moms? Pertimbangan utama setiap kali ajak Littles jalan-jalan adalah lokasinya harus aman untuk anak. Kalau Moms pergi ke Bandung, Moms dan keluarga bisa berkunjung ke tempat wisata ramah anak. Area wisata, fasilitas, dan jenis aktivitas yang tersedia, aman buat anak. Littles jadi bisa bereksplorasi dan belajar hal baru.

4 Tempat Wisata Ramah Anak di Bandung

Bandung jadi salah satu kota tujuan untuk berlibur. Ada banyak destinasi wisata yang menarik. Mulai dari wisata alam, kuliner, tur dalam kota, dan aneka macam tempat rekreasi. Beberapa di antaranya adalah tempat wisata yang ramah untuk anak. Berikut ini rekomendasi 4 destinasi wisata untuk Moms, Dads, dan Littles berlibur bersama:

Farmhouse Susu Lembang

Wilayah Lembang di Kabupaten Bandung Barat penuh dengan destinasi wisata bernuansa alam. Salah satu tempat menarik di Lembang yang cocok buat ajak Littles main adalah Farmhouse Susu Lembang. Lokasinya ada di Jalan Raya Lembang No.108 berjarak 4,5 km dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Buka setiap hari dari jam 09.00 – 18.00. Per tanggal 1 Januari 2024 tiket masuk Farmhouse Susu Lembang Rp40.000 per orang. Tiket bisa Moms tukar dengan susu murni atau sosis bakar.

Dalam Farmhouse Susu Lembang Moms dan Littles bisa melakukan aktivitas-aktivitas menarik sambil menikmati lingkungan yang asri juga sejuk. Littles bisa memberi makan hewan seperti domba, sapi, burung. Moms juga bisa berfoto menggunakan kostum berlatar bangunan-bangunan khas Eropa. Sebelum pulang Moms dapat membeli makanan dan souvenir untuk jadi oleh-oleh.

 

Lembang Park and Zoo

Masih di Kawasan Lembang jaraknya 6,5 km dari Farmhouse Susu Lembang dan 7-8 km dari UPI, terdapat kebun binatang baru yang menarik perhatian banyak wisatawan. Karena di Lembang Park and Zoo ini Moms dan keluarga bisa melihat satwa dari berbagai wilayah di dunia. Seperti Hyena, Burung Flamingo, hingga Capybara yang unik. Lokasinya ada di jalan Kolonel Matsuri no.171, Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Moms dapat melalui Jalan Sersan Bajuri atau Jalan Cigugur girang untuk sampai ke Lembang Park and Zoo.

Tiket masuknya Rp 50.000 untuk weekday dan Rp 70.000 saat weekend. Jika tinggi Littles masih di bawah 80 cm, maka tidak perlu membeli tiket. Lembang Park and Zoo buka dari jam 09.00 -17.00 saat weekday sedangkan di hari libur waktu operasionalnya dari jam 08.00 – 18.00. Moms bisa mengajak Littles menikmati berbagai aktivitas menarik selain melihat hewan-hewan liar. Misalnya memberi makan kelinci, ikan koi, burung unta, dan berinterkasi dengan macam-macam spesies burung dalam bird aviary. Bukan hanya itu, ada pertunjukkan satwa dan berbagai jenis wahanan permainan, serta tenant-tenant jajanan yang memancing selera.

 

Taman Lalu Lintas

Tempat wisata ramah anak favorit warga Bandung adalah Taman Lalu Lintas Ade Irama Suryani Nasution. Taman edukasi tentang lalu lintas ini sudah ada sejak tahun 1958, dirancang untuk mengajarkan anak tentang keamanan berlalu lintas. Sekaligus menjadi tempat rekreasi keluarga dan taman untuk paru-paru kota. Taman Lalu Lintas berlokasi di Jalan Belitung No.1, Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung. Buka setiap hari kecuali hari jumat dari jam 08.00 – 15.00, dengan tiket masuk hanya Rp 10.000.

Moms bisa mengenalkan Littles macam-macam rambu lalu lintas. Kemudian menjajal berbagai macam wahana permainan yang ada. Moms bisa mulai dengan mengajak Littles naik kereta api mini mengelilingi taman. Bermainan ayunan, perosotan, dan naik sepeda di area yang sudah diatur seperti jalan raya berukuran mini. Bila ingin berenang tersedia juga fasilitas kolam renang anak-anak. Jangan lupa untuk berfoto bersama karena ada banya spot foto menarik.

Baca juga: Kenali Manfaat Sensory Play, Mainan yang Mendukung Perkembangan Littles

 

Museum Geologi

Museum bisa jadi wisata edukasi yang ramah anak. Terdapat sejumlah museum dengan jenis koleksi yang beragam tersebar di Kota Bandung. Salah satunya adalah Museum Geologi yang beralamat di jalan Diponegoro No.57, Cihaur Geulis, Kecamatan Cibeunying Kaler, kota Bandung. Lokasinya dekat dengan Gedung Sate. Littles pasti antusias saat Moms ajak ke Museum ini, karena Littles bisa melihat kerangka fosil dinosaurus dan hewan-hewan purba lainnya.

Museum Geologi buka pada hari Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Dari jam 09.00 – 15.00. Khusus di weekend Museum buka dari 09.00 – 14.00. Harga tiketnya sangat terjangkau yaitu untuk umum Rp 3.000 per orang. Sedangkan untuk pelajar Rp 2.000 dan turis asing Rp 10.000. Museum terdiri dari dua lantai, di lantai pertama Moms bisa mengajak Littles melihat fosil-fosil hewan dan manusia purba. Menjelaskan sekilas bagaimana bumi tercipta. Kemudian saat naik ke lantai dua Moms bisa menunjukkan macam-macam bantuan hasil pertambangan dan menjelaskan sekilas tentang bencana alam.

Itu dia 4 tempat wisata ramah anak di Bandung. Sambil berlibur Moms bisa mengenalkan Littles banyak hal tentang alam dan lingkungan sekitar. Sehingga bagus untuk stimulasi kognitif Littles. Selain itu momen liburan ini juga akan menjadi memori inti yang berkesan dalam benak Littles. Namun yang namanya musim liburan kepadatan dan kemacetan di jalan raya gak bisa terhindarkan. Khususnya jalur-jalur yang menuju ke lokasi destinasi wisata. Waktu tempuh bisa jadi lebih lama dari biasanya. Hal ini bisa membuat Littles mudah rewel. Moms bisa mengantisipasinya dengan membawa mainan untuk Littles. Biarkan Littles anteng dengan mainannya di dalam kendaraan. Moms bisa siapkan Busy Book Little Friends, buku anak berbahan fabric yang dibuat dengan macam-macam aktivitas menarik. Moms bisa cek selengkapnya di sini.

~NJ

Read More
contoh mainan sensory play

LilMin 16 November 2023

5 Contoh Mainan Sensory Play untuk Bayi di Bawah 1 Tahun

Sensory play lagi booming di mana-mana. Moms bisa menemukan berbagai contoh mainan sensory play yang menarik di internet. Sebenarnya apa itu sensory play atau permainan sensorik? Permainan sensorik merupakan aktivitas bermain yang melibatkan satu indra atau lebih. Seperti indra penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman, pengecap, termasuk keseimbangan dan koordinasi anggota tubuh. Jenins permainan ini akan mendukung stimulasi tumbuh kembang Littles.

Stimulasi sensorik berperan penting dalam perkembangan Littles. Karena bayi belajar mengenai dunia sekitarnya melalui indra mereka. Secara naluriah Littles akan mengeksplorasi hal-hal baru menggunakan panca indranya. Stimulasi sensorik melalui permainan akan bermanfaat untuk perkembangan fisik, emosional, dan kognitif. Bermain dapat menjadi aktivitas berulang yang membantu Littles mencapai setiap tahap perkembangannya.

5 Contoh Mainan Sensory Play untuk Bayi

Berbagai aktivitas dapat Moms ubah jadi momen untuk menstimulasi kemampuan sensorik Littles. Menggunakan media yang macam-macam bisa dari bahan-bahan yang tersedia di rumah dan mainan edukasi yang sudah didesain khusus untuk melatih kemampuan sensorik maupun motoric Littles. Berikut 5 contoh aktivitas sensory play buat Littles yang masih bayi:

Buat Tummy Time jadi Pengalaman Sensorik

Sejak Littles masih newborn Moms perlu membiasakannya melakukan tummy time yaitu memosisikan tubuh Littles tengkurap untuk beberapa lama. Tummy time dapat memperkuat otot leher dan lengan bayi. Moms juga bisa buat aktivitas tengkurap jadi waktu untuk Littles mendapatkan stimulasi sensorik. Misalnya dengan memilih playmat dengan warna-warna kontras sebagai alas. Menaruh mainan yang full color dan berbunyi atau meletakkan cermin juga bisa jadi pengalaman sensorik. Selain itu menaruh mainan di sekitar Littles yang lagi tengkurap akan membuatnya lebih semangat dan tahan lama melakukan tummy time.

 

Bermain dengan Mainan Berbunyi

Mainan berbunyi seperti rattle, hanging music, dan audio book dapat menarik perhatian Littles. Setiap kali mendengar bunyi, Littles akan mencari tahu dan fokus memainkan benda tersebut karena rasa penasaran. Mainan berbunyi bagus untuk menstimulasi indra pendengaran Littles. Moms juga bisa mengajak Littles mendengarkan lagu dan menyanyikannya bersama.

Eksplorasi Berbagai Macam Tekstur

Mengenal berbagai macam tekstur jadi contoh mainan sensory play yang sering para orang tua siapkan. Misalnya dengan menyiapkan wadah penuh dengan macam-macam bahan makanan atau menaruh mainan animal figure di dalam agar-agar. Bisa juga dengan membuat sensory board untuk mengenalkan bentuk dan tekstur benda yang berbeda-beda. Melalui indra peraba Littles mengeksplorasi aneka tekstur dari keras, lembut, kasar, halus, dan lembek. Dengan penglihatannya Littles mengenal bentuk dan warna.

Baca juga: 5 Macam Permainan untuk Melatih Motorik Halus Anak

Memasukkan Benda ke Dalam Mulutnya

Tanpa perlu Moms pancing pun Littles secara alami akan memasukkan benda ke dalam mulutnya. Karena hal tersebut adalah cara bagi Littles belajar. Supaya tetap aman berikan Littles mainan khusus seperti Rattle dan Teether. Mainan tersebut memiliki ukuran yang cukup besar sehingga tidak akan tertelan oleh Littles. Terbuat dari bahan yang terjamin aman dan bisa dibawa ke mana-mana. Sekarang Moms dapat menemukan variasi bentuk rattle dan teether, ada juga yang menggabungkan keduanya jadi lebih praktis.

 

Membaca Buku

Littles yang masih di bawah satu tahun memang belum dapat membaca atau memahami cerita. Namun sebaiknya Moms mengenalkan Littles buku sejak dini. Membacakan buku cerita merupakan contoh mainan sensory play yang juga bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dan membangun bonding dengan Littles. Pilih buku cerita yang memiliki ilustrasi menarik dengan teks yang sedikit atau tanpa teks. Bacakan buku tersebut menggunakan intonasi suara sesuai karakter. Kemudian berikan mimik wajah yang ekspresif. Moms juga dapat memilih soft book yang aman buat Littles pegang. Soft book maupun busy book memiliki fitur-fitur tambahan yang akan membuat Littles sibuk memainkan buku.

Masih ada banyak aktivitas permainan sensorik yang bermanfaat. Namun 5 contoh mainan sensory play di atas bisa Moms praktikan sendiri di rumah. Alat dan media permainnya bisa Moms dapatkan dengan mudah. Untuk mainan seperti rattle, teether, playmat, dan soft book dapat Moms temukan di Little Friends yang menyediakan mainan-mainan edukatif untuk temani Littles bermain. Buat Littles yang masih di bawah satu tahun ada Playmat Early Learning Kit yang dalam satu set sudah ada playmat anti slip, rattle, soft book, sensory board, dan soft toys. Playmat ini membuat Littles lebih antusias untuk mengeksplorasi sekitarnya. Miliki Playmat Early Learning Kit sekarang!

~NJ

Read More
tanda bayi tumbuh gigi

LilMin 15 September 2023

Wajib Tahu! 7 Tanda Bayi Tumbuh Gigi

Moms tentu merasa senang ketika melihat gigi kecil mulai tumbuh di rahang Littles. Namun bagi Littles, tumbuh gigi merupakan tahapan yang tidak nyaman. Sebaiknya Moms ketahui tanda bayi tumbuh gigi, supaya bisa bantu menenangkan Littles saat rewel atau merasa sakit akibat gigi susu yang mulai tumbuh.

Gigi bayi akan tumbuh antara usia 4 sampai 7 bulan. Proses ini disebut juga dengan istilah teething syndrome, yaitu fase alami yang dialami semua bayi saat gigi tumbuh menembus gusinya yang lunak. Teething syndrome akan menimbulkan rasa sakit dan rewel yang mungkin bisa membuat Moms dan Dads kesulitan. Namun ini adalah proses alami yang perlu dilalui, agar Littles bisa memiliki gigi yang sehat dan rapi.

7 Tanda Bayi Tumbuh Gigi

Sebagai bagian dari proses tumbuh kembangnya, pertumbuhan gigi perlu mendapatkan perhatian lebih. Kenali bagaimana tanda-tandanya, agar Moms bisa memberikan penangan yang tepat. Berikut ini 5 tanda yang muncul saat bayi mulai tumbuh gigi:

Nafsu Makan Berkurang

Littles akan merasa tidak nafsu makan saat tumbuh gigi. Karena Littles sedang merasa tidak nyaman di area mulut yang membuat Littles sulit untuk makan. Sebagian bayi bahkan menolak makanan dan minuman. Sama sekali tidak menginginkannya. Hal tersebut bisa disebabkan peradangan pada gusi, yang umum terjadi ketika tumbuh gigi.

Air Liur Lebih Banyak

Bayi ngeces bukan karena ngidam ibu yang tidak terpenuhi. Tetapi air liur yang berlebih jadi salah satu pertanda Littles sedang tumbuh gigi. Belum bisa dipastikan apa penyebab produksi air liur bayi lebih banyak. Namun diperkirakan gerak otot pada mulut bayi yang meningkat selama fase tubuh gigi yang menjadi pemicunya. Karena kondisi tersebut membuat kelenjar ludah lebih aktif.

Keinginan untuk Mengigit

Tanda bayi tumbuh gigi yang paling kentara yaitu keinginan Littles untuk mengigit dan mengisap barang-barang yang ada di sekitarnya. Sebab ketika tumbuh gigi, Littles akan merasa gusinya gatal. Sehingga ia akan mengigit benda apapun yang ada di sekitarnya untuk meredakan rasa gatal. Mulai dari mainan, baju, dan benda lainnya.

 

Rewel

Gigi susu tumbuh menembus gusi milik Littles yang halus dan lunak. Menimbulkan rasa sakit yang tidak nyaman. Sehingga Littles sangat mungkin menangis, mudah marah, bergumam sendiri, dan sulit tidur. Membuat Moms haru selalu siaga dan sabar untuk menenangkan Littles.

 

Baca juga: 6 Makanan Untuk Bayi Saat Tumbuh Gigi, Bikin si Kecil Gak Rewel

Gusi Bengkak

Tanda lain yang mudah dikenali yaitu gusi yang membengkak. Coba Moms buka mulut Littles dengan pelan. Kemudian perhatikan apakah gusinya kemerahan dan bengkak. Maka wajar bila Littles mudah rewel dan menolak makan.

Ruam Sekitar Mulut

Ada kemungkinan muncul ruam di sekitar mulut, dagu, dan leher Littles. Akibat air liur yang terus-menerus keluar. Maka dari itu setiap kali Moms melihat mulut dan dagus Littles sudah basah dengan air liur, langsung bersihkan dengan tisu atau lap kain bersih yang lembut. Sehingga Moms bisa mencegah ruam muncul.

Demam

Dalam kondisi tertentu, Littles bisa mengalami demam ringan akibat peradangan gusi. Demam umumnya hanya terjadi selama dua hari. Namun bila suhu Littles sampai lebih dari 38 derajat celcius dan berlangsung lebih dari dua hari, segera bawa Littles ke dokter untuk observasi.

Dengan mengetahui 7 tanda bayi tumbuh gigi Moms bisa memberikan penanangan yang tepat. Menemani Littles melalui proses tumbuh gigi yang seringkali tidak mudah. Moms bisa menenangkan Littles dengan menggosok gusinya dengan perlahan, memberikan potongan makanan beku, dan berikan teether.
Moms bisa berikan teether atau mainan yang dilengkapi dengan teether. Teether didesain khusus untuk meredakan gatal dan nyeri pada gusi bayi. Mencegah Littles mengigit sembarang barang yang dapat membahayakannya.

Moms juga bisa berikan Littles Rattle Teether yang bisa mengeluarkan bunyi yang dapat menarik perhatian Littles. Dapatkan Teether dengan bentuk menarik di Littles Friends, brand mainan edukatif. Temukan di toko perlengkapan bayi dan official store Little Friends di e-commerce.

~NJ

Read More
Bayi jalan jinjit

LilMin 31 Agustus 2023

Ini Penyebab Kenapa Bayi Jalan Jinjit

Bila Moms perhatikan balita pada umumnya berjalan jinjit (toe walking) saat ia pertama kali belajar jalan. Bayi jalan jinjit adalah kondisi ketika bayi berjalan menggunakan jari dan telapak kakinya, sedangkan bagian tumit terangkat. Hal ini normal untuk anak-anak berusia di bawah 2 tahun. Seiring perkembangan tubuhnya, Littles dapat berjalan dengan menapakkan ujung jari sampai tumit.

Namun jika Littles tetap berjalan jinjit setelah melewati usia 2 tahun, Moms perlu membawa Littles ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Karena keterlambatan kemampuan berjalan bisa menjadi tanda Littles mengalami kondisi kesehatan tertentu.

Penyebab Bayi Jalan Jinjit

Kebiasaan balita berjalan jinjit disebut sebagai kondisi idiopatik, yang artinya tidak diketahui penyebabnya. Littles akan secara otomatis berjinjit terutama saat ia berjalan tanpa alas kaki. Namun jika kebiasaan ini terus berlanjut ada kemungkinan kondisi kesehatan lain menjadi penyebabnya. Berikut ini penyebab-penyebab bayi melakukan toe walking:

Tendon Achilles Masih Pendek

Tendon achilles memiliki fungsi menghubungkan otot kaki bagian belakang dengan tulang tumit. Bila otot masih pendek, tumit tidak akan menyentuh tanah. Itulah mengapa Littles lebih nyaman berjalan jinjit, untuk mengurangi ketegangan pada kaki karena otot meregang.

 

Masalah Sensorik

Bayi jalan jinjit juga bisa dikaitkan dengan masalah sensorik. Seperti adanya gangguan pada indera penglihatan, pemrosesan sensorik, atau ada keterlambatan perkembangan. Sebab balita yang memiliki gangguan sensorik akan merasa tidak nyaman saat telapak kakinya merasakan tekstur tertentu.

Cerebral Palsy

Jalan jinjit bisa menjadi gejala awal adanya Cerebral palsy atau gangguan perkembangan otak. Yaitu adanya gangguan pergerakan, cedera, atau perkembangan abnormal di bagian otak yang mengontrol fungsi otot.

 

Distrofi Otot

Distrofi otot termasuk penyakit genetik yang bisa menjadi penyebab Littles berjalan jinjit. Penyakit ini membuat serat otot sangat rentan terhadap kerusakan dan melemah seiring waktu. Kondisi ini lebih mungkin terjadi ketika Littles yang awalnya berjalan normal malah mulai berjalan jinjit.

Autisme

Toe walking juga berkaitan dengan gangguan spektrum autisme, yang memengaruhi kemampuan anak berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.

Tanda-tanda Bayi Jalan Jinjit Perlu Dibawa ke Dokter

Berikut ini beberapa kondisi yang perlu diperhatikan pada balita yang memiliki kebiasaan jalan jinjit. Supaya Moms bisa segera membawa Littles ke dokter untuk observasi lebih lanjut:

  • Otot-ototnya kaku
  • Anggota tubuh tidak terkoordinasi
  • Berjalan jinjit sepanjang waktu
  • Cara jalan canggung dan mudah tersandung
  • Sebelumnya dapat berjalan dengan menapakkan kaki, lalu mulai berjalan jinjit belakangan ini
  • Lahir prematur
  • Kemampuan motorik halus tidak berkembang
  • Tidak mampu menahan berat badannya saat menapak dengan kaki datar
  • Menghindari kontak mata atau menunjukkan gerakan berulang misalnya berputar atau bergoyang
  • Keluarga memiliki riwayat medis autisme atau distrofi otot.

Baca juga: 5 Macam Permainan Untuk Melatih Motorik Halus Anak

Pada umumnya berjalan jinjit merupakan hal lumrah dan tidak selalu berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu. Sebenarnya jalan jinjit yang berhubungan dengan gangguan kesehatan termasuk kasus yang jarang terjadi. Meski begitu Moms perlu ikuti tahapan pertumbuhan Littles dan berikan stimulasi yang Littles perlukan untuk mendukung perkembangannya.

Caranya dengan memberikan mainan yang memiliki fitur-fitur penunjang untuk mengembangkan kemampuan sensorik, motorik, dan kognitif Littles. Moms bisa mendapatkan berbagai macam mainan edukatif untuk Littles mulai dari usia 0 bulan. Seperti Playmat yang bisa Littles gunakan sebagai alas bermain. Lengkap dengan berbagai macam mainan, mengenalkan Littles pada warna, tekstur, dan suara, sehingga kemampuan sensorik, motorik, dan kognitif Littles terbangun. Dapatkan Playmat di official shop Little Friends di e-commerce.

~NJ

Read More
permainan untuk melatih motorik halus anak

LilMin 21 Juli 2023

5 Macam Permainan Untuk Melatih Motorik Halus Anak

Kemampuan motorik halus Si Kecil perlu distimulasi demi mendungkung kemandiriannya. Moms bisa berikan berbagai jenis permainan untuk melatih motorik halus anak. Permainan yang sederhana namun dapat menggerakkan otot-otot kecil pada tubuhnya, seperti jari dan mata.

Anak dengan kemampuan motorik halus yang berkembang, dapat melakukan banyak hal secara mandiri. Misalnya mengikat tali sepatu, memasang kancing baju, memegang dan memindahkan barang, dan tidak mengalami kesulitan saat belajar menulis.

5 Macam Permainan untuk Melatih Motorik Halus Anak

Supaya kemampuan motorik halus Si Kecil berkembang dengan baik, Moms perlu stimulasi dengan aneka macam permainan. Temani Si Kecil bermain 5 jenis permainan di bawah ini yuk:

Playdough

Ketika bermain playdough Si Kecil akan mencoba meregangkan, mencubit, dan menggulung adonan. Berikan pisau plastic, cetakan kue, dan rolling pin sebagai alat untuk bermain playdough. Biarkan Si Kecil berkreasi dengan membuat macam-macam bentuk. Kalau khawatir dengan kandungan playdough atau lilin malam, Moms bisa membuat DIY playdough sendiri di rumah.

 

Menggunting dan Menempel

Aktivitas menggunting dan menempel bagus untuk koordinasi tangan dan mata juga kontrol motorik halus. Berikan Si Kecil gunting yang aman dan media kertas yang sudah diberi gambar atau pola untuk menempel. Moms tidak perlu takut atau khawatir asalkan Si Kecil terus didampingi.

 

Meronce

Moms pernah dapat tugas meronce waktu di sekolah dulu? Praktik kerajinan tangan ini ternyata bisa jadi permainan untuk melatih motorik halus anak. Siapkan benang yang cukup tebal namun halus seperti benang wol. Lalu siapkan juga manik-manik yang warna-warni. Ajak Si Kecil membuat gelang atau kalung. Jika Si Kecil terlihat semakin terampil berikan manik-manik yang berukuran lebih kecil.

 

Susun Balok

Setiap anak perlu memiliki mainan susun balok di rumahnya. Karena jenis mainan yang satu ini memiliki banyak manfaat, bukan hanya bagus untuk perkembangan motorik halus. Tapi juga bagus untuk perkembangan motorik, kemampuan memecahkan masalah, sampai kemampuan matematika dasar.

Baca juga: 7 Manfaat Bermain Susun Balok Bagi Si Kecil

Self-Care Tasks

Salah satu tujuan dari mengembangkan kemampuan motorik halus adalah untuk membangun kemandirian di dalam diri Si Kecil. Karena itu Moms juga bisa mengajarkan Si Kecil melakukan berbagai macam aktivitas sendiri, tanpa bantuan orang dewasa. Misalnya membiasakan Si Kecil untuk mengancing bajunya sendiri, menuangkan pasta gigi lalu menyikat gigi, mencuci tangan, menyisir, mengikat tali sepatu sendiri, dan lain-lain.

Sebenarnya masih banyak permainan untuk melatih motorik halus anak. Namun jika Moms bingung mau mengajak Si Kecil main apa atau jenis stimulasi apa yang baik untuknya, bisa mulai dengan 5 macam permainan di atas.

Akan lebih mudah lagi bila Moms memiliki media bermain bareng Si Kecil. Misalnya untuk permainan susun balok, Moms bisa gunakan Soft Cube dari Little Friend. Mainan berbentuk kubus dan limas yang terbuat dari bahan lembut serta terasa empuk. Jadi aman buat Si Kecil yang masih di bawah satu tahun. Temukan berbagai macam mainan menarik lainnya buat temani Si Kecil eksplor dan bermain. Yuk cek official store Little Friends!

~NJ

Read More
membacakan buku untuk anak

LilMin 22 Juni 2023

Manfaat Membacakan Buku Untuk Anak

Meski Si Kecil belum bisa memahami semua yang Moms ucapkan, bukan berarti membacakan buku untuk anak jadi aktivitas yang sia-sia. Bercerita atau mendongeng di depan Si Kecil memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembangnya. Salah satunya adalah menumbuhkan kecintaan Si Kecil pada buku dan membaca.

Si Kecil akan tumbuh jadi anak yang senang membaca, bila Moms mengenalkannya dengan buku sejak dini. Melalui cerita yang Moms sampaikan, Si Kecil akan belajar dan terdorong untuk mencari tahu lebih banyak saat menemukan hal baru.

Manfaat Membacakan Buku Untuk Anak

Semua bermula dari Si Kecil masih newborn. Moms sudah bisa membacakan buku cerita untuknya. Buat aktivitas ini jadi kegiatan rutin. Misalnya membacakan buku setiap pagi atau menjelang tidur. Si Kecil akan mendapatkan banyak manfaat sebagai berikut:

 

Menambah Kosakata

 

Selama mendengarkan cerita, Si Kecil menyerap banyak kosakata baru. Si Kecil bisa menangkap bagaimana bunyi dan cara mengucapkan suatu kata. Serta belajar memahami arti kosakata yang diterima. Hal ini akan mendorong kemampuan Si Kecil berbicara dan membaca.

 

Melatih Fokus

 

Dengan membacakan cerita, Si Kecil terlatih untuk fokus mendengarkan. Kemampuan konsentrasinya juga akan meningkat. Selain itu, Si Kecil jadi belajar lebih sabar untuk menunggu seseorang selesai berbicara sebelum ia mulai menanggapi.

 

Meningkatkan Kapasitas Memori

 

Ketika Moms membacakan buku untuk Littles, kemampuan memorinya akan ikut meningkat. Karena Si Kecil mendapatkan banyak kosakata baru. Namun lebih dari itu, saat mendengarkan Moms bercerita Littles akan berusaha untuk mengingat karakter, jalan cerita, dan detail lainnya.

 

Membangun Bonding dengan Anak

 

Meluangkan waktu untuk story time bersama Si Kecil, akan membuat bonding antara Moms dan Si Kecil jadi lebih dekat. Baik secara fisik ataupun emosional. Membacakan buku untuk anak termasuk cara tepat dan mudah untuk menghabiskan quality time dengan anak di sela kesibukan.

 

Mengembangkan Kemampuan Berpikir

 

Mendengarkan orang tuanya bercerita akan bantu mengembangkan kemampuan kognitif Si Kecil. Mulai dari bagaimana menggunakan kata-kata, berpikir logis, memecahkan masalah, sampai kemampuan berpikir kritis. Maka dari itu sebaiknya Moms membuat story time jadi sesuatu yang interaktif. Agar kemampuan berpikir Si Kecil berkembang.

 

Meningkatkan Kreativitas dan Imajinasi

 

Selain melatih Si Kecil berpikir logis, membacakan buku untuk anak juga dapat meningkatkan kreativitas dan daya imajinasi Si Kecil. Nantinya kreativitas akan membantu Si Kecil menemukan minat dan bakat dirinya saat beranjak besar.

Mengajarkan Nilai Moral dan Budaya

Setiap buku atau cerita selalu memiliki nilai moral yang yang penting untuk diketahui oleh Si Kecil. Moms bisa memanfaatkan story time untuk mengajarkan Si Kecil konsep berbagi, menolong orang, menyayangi, dan masih banyak lagi nilai-nilai positif lainnya. Selain itu, dari buku Si Kecil bisa mengenal budaya-budaya berbeda. Serta memicu tumbuhnya rasa empati pada Si Kecil.

Baca juga: 6 Mainan Bayi 0-12 Bulan, Bantu Tumbuh Kembang Si Kecil

Melalui cerita Littles bisa belajar banyak hal. Cara yang menyenangkan dan mudah untuk mengajarkan nilai-nilai baik padanya. Membacakan buku untuk anak mungkin terasa susah-susah gampang buat Moms dan Dad yang belum terbiasa story telling. Moms bisa pakai Soft Book untuk jadi media cerita.

Sesuai namanya soft book terbuat dari material fabric yang halus dan lembut. Aman buat dipegang, diremas, sampai digigit oleh Si Kecil. Soft Book Little Friends memiliki fitur-fitur yang dapat menstimulasi kemampuan sensorik Si Kecil.

Setiap halaman berisi Ilustrasi gambar yang menarik dan full color. Selain itu saat halaman ditekan akan mengeluarkan bunyi tertentu. Dilengkapi juga teether yang aman digit Littles. Fitur-fitur tersebut akan menarik perhatian Si Kecil dan membuatnya anteng memainkan soft book. Moms bisa temukan beragam judul Soft Book Little Friends di halaman produk atau official e-commerce. Yuk koleksi semua judulnya!
~ NJ

Read More
gaya parenting

LilMin 30 Mei 2023

4 Gaya Parenting, Moms termasuk yang Mana nih?

Setiap orang tua mempunyai cara berbeda dalam membangun pola asuh. Gaya parenting yang tidak sama bisa disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari latar belakang pendidikan, budaya, lingkungan, cara pandang, sampai pola asuh keluarga saat kecil. Maka tak heran jika masing-masing orang tua memiliki cara pengasuhannya sendiri.
Akan tetapi bila kita kelompokkan, secara garis besar terdapat 4 gaya pengasuhan. Yaitu terdiri dari Authoritarian, Authoritative, Permissive, dan Uninvolved. Keempatnya memberikan dampak tersendiri pada perkembangan anak. Kira-kira Moms termasuk ke pola parenting yang mana ya? Yuk cari tahu!

4 Gaya Parenting dan Dampaknya ke Anak

Pada tahun 1960-an seorang psikolog bernama Diana Baumrind menjelaskan tiga gaya pola asuh yang berbeda (Authoritarian, Authoritative, Permissive) berdasarkan tuntutan orang tua dan bagaimana daya tanggap anak. Kemudian gaya pengasuhan yang keempat ditambahkan oleh peneliti lain. Jadilah ada 4 gaya parenting dengan cara pendekatan dan karakteristiknya masing-masing.

Authoritarian

Authoritarian merupakan tipe orang tua yang mengasuh secara otoriter dengan aturan tegas. Orang tua menuntut anak untuk patuh dan disiplin. Bila anak melanggar aturan, orang tua tidak segan untuk memberikan hukuman dengan alasan mendisiplinkan anak. Dalam gaya otoritarian orang tua melakukan komunikasi satu arah. Mereka tidak memberikan ruang untuk anak mengungkapkan keinginan dan pendapat.

Ketika anak bertanya alasan di balik aturan, orang tua cenderung hanya menjawab “Pokoknya gak boleh”. Sehingga anak tidak bisa menangkap maksud baik orang tua dan apa konsekuensi yang mereka dapat jika melanggarnya. Orang tua yang otoriter juga ada yang sampai memutuskan semua hal untuk anaknya. Sehingga anak tidak mempunyai kemampuan decision making.

Anak yang tumbuh dengan pola asuh authoritarian mudah mengikuti aturan bahkan sangat patuh. Namun anak juga bisa tumbuh jadi lebih agresif dan mudah berbohong, akibat pengasuhan yang terlalu keras atau merasa dibatasi. Selain itu, kemampuan anak bersosialisasi cenderung kurang, self-esteem rendah, dan mereka ragu akan kemampuan diri.

Permissive

Kebalikan dari gaya parenting authoritarian, pola asuh permissive lebih longgar dalam menerapkan aturan pada anak. Orang tua tidak membatasi, melarang, bahkan cenderung mengizinkan apa yang anak minta atau inginkan. Orang tua permisif tidak memiliki ekspektasi tinggi seperti orang tua otoriter. Mereka tidak memaksakan kemauan sendiri dan cukup pemaaf dengan pikiran “kids will be kids”.

Orang tua permisif memposisikan diri mereka sebagai teman di depan anak-anaknya. Mereka ingin anak-anak menceritakan semua masalahnya dengan nyaman. Namun orang tua tidak mampu mencegah anak melakukan perilaku buruk atau mengambil pilihan yang salah. Orang tua berpikir anak mampu menyelesaikannya tanpa intervensi terlalu banyak dari mereka.

Pola asuh yang permisif menciptakan anak yang kurang bertanggung jawab dan kurang mandiri. Anak memiliki self-esteem yang tinggi tapi, cenderung egosentris. Anak-anak dengan orang tua permisif juga berisiko mengalami obesitas serta gangguan kesehatan lainnya. Karena orang tua tidak memberikan batasan atau aturan yang tegas dalam hal konsumsi makanan.

Baca juga : Speech Delay pada Anak

Authoritative

Gaya parenting authoritative (otoritatif) membuat aturan dalam pengasuhan anak, tapi mereka juga mau mendengarkan opini anak-anak. Orang tua otoritatif memvalidasi apa yang anak-anak mereka rasakan atau alami. Namun tetap memposisikan diri bahwa kendali ada di orang tua.

Mereka tidak hanya menetapkan aturan tapi juga menjelaskan mengapa anak-anak harus menaatinya. Bagi orang tua otoritatif, mendisiplinkan anak merupakan cara untuk mendukung anak berkembang. Bukan hukuman karena anak tidak patuh. Supaya kebiasaan positif tumbuh dalam diri anak, orang tua melakukan pendekatan dengan strategi memberikan pujian dan reward system.

Anak yang tumbuh di dalam pengasuhan orang tua otoritatif cenderung percaya diri, high self-esteem, merasa bahagia, penuh tanggung jawab, dan dekat dengan orang tua mereka. Anak-anak juga sanggup membuat keputusan untuk dirinya sendiri, berprestasi dalam akademik dan sosial. Serta kecil kemungkinan melakukan penyimpangan seperti meminum alkohol dan menggunakan obat-obatan.

Uninvolved

Gaya parenting yang satu ini ditambahkan oleh peneliti Eleanor Maccoby dan John Martin. Menurut mereka orang tua uninvolved cenderung abai dalam proses pengasuhan anak. Orang tua tidak membuat aturan, tak ada ekspektasi terhadap anak, dan mereka juga tidak memberikan arahan saat anak membutuhkan. Secara garis besar orang tua tidak banyak mengetahui apa yang anak lakukan dan rasakan.

Orang tua tetap memenuhi kebutuhan dasar anak, namun tidak terlibat penuh dalam kehidupan anak-anak mereka. Jalinan komunikasi yang terbangun antara orang tua dan anak pun sangat minim. Pengabaian orang tua ini tidak selamanya dilakukan secara sengaja. Orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan, masalah keluarga, termasuk kewalahan mengelola rumah, tidak tahu bagaimana kondisi anaknya saat ini.

Anak-anak yang mendapatkan pola asuh uninvolved tumbuh menjadi anak yang mandiri dan tahan banting. Namun mereka juga kesulitan dalam mengelola emosi, prestasi akademik rendah, dan sulit membangun hubungan sosial.

Dari keempat gaya parenting di atas, mana tipe yang paling baik? Masing-masing cara parenting memiliki sisi pro dan kontra ya Moms. Namun pada umumnya psikolog merekomendasikan gaya pengasuhan authoritative. Supaya anak tumbuh dalam lingkungan keluarga yang positif. Orang tua memberikan perhatian yang dibutuhkan dan tetap menunjukkan ketegasan.

Sebaiknya Moms sudah menerapkan pola asuh sejak dini. Salah satu caranya yaitu mengajarkan Si Kecil dengan hal-hal dasar lewat bermain. Moms bisa gunakan aneka macam mainan edukatif dari Little Friends. Kunjungi halaman produk dan temukan mainan yang pas buat jadi #TemanSiKecil.

~NJ

Read More
mainan bayi 0-12 bulan

LilMin 3 Mei 2023

6 Mainan Bayi 0-12 Bulan, Bantu Tumbuh Kembang Si Kecil

Sejak awal kelahirannya, bayi belajar melalui interaksi dengan dunia sekitar. Maka dari itu Moms bisa menemukan berbagai macam mainan bayi 0-12 bulan. Mainan-mainan tersebut bukan hanya membuat Si Kecil anteng, tapi juga dapat menstimulasi tumbuh kembangnya.

Mainan akan merangsang indera penglihatan, pendengaran, dan taktikal Si Kecil. Membantu proses perkembangan tubuh dan otaknya. Namun, pastikan Moms memilih mainan bayi yang aman untuk tubuh si Kecil, terutama bagian mulut. Karena bayi sering memasukkan benda asing ke dalam mulutnya untuk mencari tahu (fase oral).

6 Mainan Bayi 0-12 Bulan

Selain memastikan mainan menggunakan material yang aman, pastikan pula bentuknya tidak membuat Si Kecil terluka. Moms juga perlu memilih jenis mainan sesuai usia bayi. Supaya mainan tersebut tetap menyenangkan bagi Si Kecil. Berikut ini rekomendasi 6 mainan bayi untuk usia 0-12 bulan:

Mainan Gantung dengan Musik

Ketika usia Si Kecil masih 0 bulan, Moms sudah bisa memberikan mainan gantung dengan musik. Mata Si Kecil akan mengikuti mainan yang berputar. Musik dari mainan yang digantung juga akan menarik perhatian Si Kecil.

Mainan gantung ini bagus untuk merangsang kemampuan pendengaran dan penglihatan Si Kecil. Ada banyak studi yang menyebutkan bahwa musik mampu meningkatkan kecerdasan pada bayi. Terutama saat bayi berada di rentang usia 0-8 bulan.

Soft Book

Pilih buku dengan bahan kain yang halus atau sering disebut soft book. Jenis buku ini aman dimainkan oleh Si Kecil. Moms tidak perlu khawatir bila Si Kecil memegang hingga menggigit soft book. Tidak ada efek buruk yang akan menimpa Si Kecil.

Selain itu soft book menampilkan desain dan warna yang terlihat menarik bagi Si Kecil. Serta memiliki cerita yang bisa Moms bacakan untuk Si Kecil. Beberapa jenis soft book juga dilengkapi dengan tekstur permukaan yang berbeda. Memancing Si Kecil menyentuh dan meraba, sehingga bagus untuk perkembangan sensorik anak.

Rattle

Jika Si Kecil sudah mulai bisa menggenggam benda, Moms bisa berikan Rattle untuknya. Rattle merupakan mainan yang dapat mengeluarkan suara gemerincing saat digerakkan. Arti kata Rattle sendiri adalah gemerincing. Rattle dijual dalam berbagai bentuk di pasaran. Ada yang berbentuk stick, gelang, ring dan boneka.

Teksturnya halus karena dibuat dalam bentuk boneka. Ada juga yang menggunakan bahan plastik yang aman untuk Si Kecil. Rattle dapat menstimulus indera bayi mulai dari pendengaran, penglihatan, peraba dan juga pengecap. Rattle juga bisa melatih konsentrasi dan fokus Si Kecil.

Baca juga: Speech Delay Pada Anak

Playmat

Playmat adalah matras bermain untuk Si Kecil. Permukaan playmat yang empuk memungkinkan Si Kecil bergerak dengan aman, termasuk melakukan tummy time. Moms bisa menemukan berbagai bentuk dan ukuran Playmat di pasaran.

Salah satunya ada jenis playmat yang dipasang dengan berbagai bentuk mainan gantungan. Moms bisa menidurkan Si Kecil di atas playmat, Si Kecil pun akan mulai meraih dan menarik mainan yang menggantung di atasnya.

Busy Book

Mainan bayi 0-12 bulan yang wajib Moms bawa saat mengajak Si Kecil pergi adalah Busy Book. Buku yang bisa menyibukkan anak dengan mengerjakan aktivitas tertentu. Seperti, menggeser, memasang, mencocokkan, dan lain sebagainya. Busy Book terbuat dari bahan yang empuk, jadi aman untuk Si Kecil.

Buku anak yang interaktif ini memiliki tema-tema berbeda. Misalnya mengenalkan hewan, aktivitas sehari-hari, planet dan lain sebagainya. Jadi selain mencegah Si Kecil rewel, Busy Book juga dapat mengembangkan kognitif Si Kecil. Menstimulasi motorik halus, rasa ingin tahu, dan kreativitas.

Teether

Ketika masuk usia 6 bulan, umumnya Si Kecil mulai tumbuh gigi. Pada tahap ini Si Kecil sering rewel karena gusinya terasa gatal dan nyeri. Moms bisa berikan Si Kecil Teether. Mainan yang aman digigit oleh bayi.

Teether akan membuat Si Kecil merasa lebih nyaman saat tumbuh gigi. Selain itu Teether juga dapat merangsang kemampuan berbicara Si Kecil. Pastikan Moms memilih Teether yang bebas BPA dan pewarna buatan ya!
Apabila Moms pernah mendengar anggapan kalau bayi newborn tidak memerlukan mainan, jelas itu tidak tepat ya. Justru mainan yang didesain khusus untuk usia 0-12 bulan, akan membantu menstimulus tumbuh kembang Si Kecil.

Enam mainan bayi 0-12 bulan di atas bisa Moms dapatkan di Little Friends, brand mainan edukatif asli buatan Indonesia. Temukan mainan edukatif untuk Si Kecil di halaman produk atau langsung kunjungi official e-commerce Little Friends. Ada banyak pilihan mainan menarik yang bisa jadi #TemanSiKecil bermain.

by-NJ

Read More
bermain bersama bayi baru lahir

LilMin 27 Juni 2022

5 Cara Bermain Bersama Bayi Baru Lahir

Newborn atau bayi baru lahir memang menghabiskan waktu lebih banyak untuk tidur, sekitar 16-17 jam per hari. Namun Moms dan Dads sudah bisa mengajaknya bermain lho di saat ia sedang terjaga. Selain bisa meningkatkan  bonding orangtua dan anak, Si Kecil yang baru lahir ini juga sudah bisa merasakan  senang saat bermain. Nah untuk Moms dan Dads yang masih bingung harus bermain apa, berikut Little Friends sudah rangkum 5 cara bermain bersama bayi baru lahir.

1. Ajak jalan-jalan

Gendong Si Kecil dan ajaklah berjalan-jalan Moms. Tidak perlu jauh-jauh, cukup berkeliling di area rumah. Boleh juga ajak keluar ke taman agar Si Kecil menghirup udara segar. Ternyata irama gerakan saat berjalan dan pemandangan jadi hal menarik untuk Si Kecil lho. Ajak juga Si Kecil berinteraksi dengan anggota rumah yang lain, bertemu dan mendengar suara orang membuat Si Kecil terhibur.

2. Bermain dengan tangan dan kakinya

Lakukan permainan ini saat Si Kecil baru saja bangun tidur. Sapa ia dan pegang kedua tangan mungilnya Moms. Ajaklah Si Kecil menggerakkan tangannya seperti melakukan gerakan olahraga. Moms bisa meregangkan tangannya ke samping, ke depan, dan ke atas. Lakukan juga pada kaki mungilnya yang tidak bisa diam itu ya Moms hihi. Tekuk kaki Si Kecil dan gerak-gerakkan ke atas. Ingat untuk selalu melakukan kontak mata saat bermain bersama, agar bonding lebih kuat.

3. Bertatapan sambil bernyanyi atau bercerita

Mungkin Si Kecil tidak akan memberikan tanggapan langsung kepada cerita Moms, tapi dia sudah tau lho kalau Moms sedang bercerita. Nyanyikan juga lagu-lagu anak yang menyenangkan sambal menatap matanya. Bernyanyi dan bercerita akan membuat Si Kecil menghafal suara Moms, juga melatih sensorik dan pendengarannya.

4. Baca buku berwarna kontras

Moms dan Dads juga sudah bisa mengenalkan buku ke bayi baru lahir. Pilihkan buku berwarna kontras seperti buku hitam putih untuk Si Kecil. Moms juga bisa memilihkan buku yang empuk atau soft book agar lebih aman untuk dipegang atau digigit oleh Si Kecil. Membacakan buku sejak dini bisa meningkatkan kecerdasan literasinya Moms.

5. Memasang mainan gantung

Jika Si Kecil mempunyai tempat tidur atau box-nya sendiri, Moms dan Dads bisa memasangkan mainan gantung diatasnya. Mainan gantung yang bergerak dan berwarna-warni bisa merangsang indera penglihatan Si Kecil. Mainan ini pastinya akan sangat menarik dan menghibur untuknya.

Itu dia 5 cara bermain bersama bayi baru lahir yang bisa dicoba, sederhana kan? Yang terpenting ajak Si Kecil bermain secara rutin, karena sangat baik untuk tumbuh kembangnya dan kedekatan antara orangtua dan anak. – LDK

Read More